Bupati Lantik 17 Pejabat di Lingkungan Pemkab Nabire
Bupati Nabire, Mesak Magai, S.Sos., M.Si., secara resmi melantik dan mengambil sumpah/janji 17 pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nabire.
Kanal
Kumpulan berita, laporan, dan liputan terbaru dari kanal Nabire .
16248
Artikel
Bupati Nabire, Mesak Magai, S.Sos., M.Si., secara resmi melantik dan mengambil sumpah/janji 17 pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nabire.
Polres Nabire melimpahkan Anak Berhadapan Dengan Hukum (ABH) AWS kasus pembunuhan remaja perempuan di Waroki beserta barang bukti ke Kejaksaan Negeri Nabire. Pelimpahan dilakukan setelah berkas perkara dinyatakan lengkap atau P-21 oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU), Rabu (19/8/2026).
Bupati Nabire, Mesak Magai, resmi melantik sejumlah pejabat baru di lingkungan Pemerintah Kabupaten Nabire pada Rabu, (19/8/2026), di Aula PU Nabire. Dalam sambutannya, ia menegaskan jabatan yang baru saja diemban merupakan sebuah amanah besar untuk menjalankan kebijakan strategis daerah maupun nasional.
Pada Puncak Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia, Senin (17/8/2026), Kepala Suku Besar Wilayah Adat Meepago, Melkias Keiya, SH, menggelar lomba panahan tradisional yang diikuti puluhan peserta dari masyarakat adat wilayah Meepago, berlansung di seputar Jayanti Kelurahan Bumiwonorejo, Nabire Papua Tengah.
Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Nabire menyediakan prosedur pelayanan pengaduan bagi korban tindak kekerasan yang menimpa perempuan maupun anak.
Seorang anak kehilangan nyawa, sementara seorang anak lain harus berhadapan dengan hukum akibat tragedi pembunuhan di Waroki, Nabire. Peristiwa kelam yang melibatkan anak di bawah umur ini tidak hanya menjadi catatan kriminal biasa, melainkan sebuah luka mendalam bagi dunia pendidikan di Kabupaten Nabire.
Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Nabire menyiapkan langkah strategis untuk memperluas jangkauan edukasi dan penanganan kasus dengan memanfaatkan teknologi informasi.
Kepala Suku Besar Woa, Gerki Waibusi, menggelar berbagai kegiatan dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tahun 2026. Kegiatan tersebut dilaksanakan bersama masyarakat Suku Woa di Kabupaten Nabire sebagai bentuk penghormatan terhadap perjuangan para pahlawan, sekaligus memperkuat semangat persatuan dan nasionalisme masyarakat.
Semangat kemerdekaan di Kabupaten Nabire tidak hanya dirayakan melalui upacara. Momentum HUT ke-81 Republik Indonesia juga menjadi ajang memberikan penghargaan kepada kampung yang dinilai berhasil mengelola dana desa sekaligus menjaga kebersihan lingkungan.
Keberagaman suku, adat istiadat dan agama bukan alasan untuk terpecah. Di Distrik Nabire Barat, kemajemukan justru dipandang sebagai kekuatan untuk membangun persaudaraan dan menjaga keamanan serta ketertiban masyarakat (kamtibmas).