15 Kepsek SD Ikuti Program POP Penguatan Baca Tulis Siswa Awal
NABIRE - Bertempat di aula Dinas Pendidikan Kabupaten Nabire, Jumat (08/10/21), Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nabire membuka secara resmi kegiatan Program Organisasi Penggerak (POP) penguatan baca, tulis bagi siswa kelas awal. Kegiatan diikuti 15 Kepala Sekolah (kepsek) tingkat SD.

NABIRE - Bertempat di aula Dinas Pendidikan Kabupaten Nabire, Jumat (08/10/21), Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nabire membuka secara resmi kegiatan Program Organisasi Penggerak (POP) penguatan baca, tulis bagi siswa kelas awal. Kegiatan diikuti 15 Kepala Sekolah (kepsek) tingkat SD.
Kegiatan POP ini merupakan kerja sama Dinas Pendidikan Kabupaten Nabire bersama Yayasan Rumsram yang dikhususkan bagi sekolah-sekolah yang berada di wilayah Teluk Cenderawasih, Provinsi Papua.
Dalam sambutanya, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nabire, Yulianus Pasang, S.Pd., M.Pd mengatakan, tim Yayasan Rumsram diharapkan terus memberikan pendapingan bagi 15 kepala sekolah. Agar kelak apa yang didapat akan ditanamkan bagi sekolahnya.
Dan kepada 15 Kepsek SD yang telah dipanggil untuk mengikuti kegiatan ini, diharapkan pula untuk menjadikan kesempatan ini dengan baik guna mendapatkan pengetahuan. Karena diharapkan pendampingan diikuti dengan baik pasti akan memberikan manfaat bagi para Kepsek.
Untuk itu selaku kepala dinas mengharapkan dengan pelatihan ini akan membawa perubahan yang sangat luar biasa di sekolah-sekolah. Dan kepada para pengawas SD juga diminta untuk setiap monitoring agar selalu memberikan pendapingan dengan baik.
Karena selaku kepala dinas pada setiap kegiatan monitoring dan Sidak ke sekolah–sekolah telah ditemukan ada banyak sekolah yang belum dapat mengelola admintrasinya secara baik dan benar. Untuk itu kita perlu pendampingan.
Bagi setiap guru yang akan melaksanakan tugas mengajar di kelas, diharapkan harus memiliki perangkat mengajar berupa RPP dan Silabus. Karena RPP dan Silabus merupakan perangkat pembelajaran bagi guru.
Untuk itu sekali lagi selaku kepala dinas meminta agar semua Kepsek dan guru SD diwajibkan untuk perangi membaca, menulis dan menghitung (3M). Sebab diharapkan ketika anak sudah naik kelas III, anak tersebut sudah lancar 3M. (des)
Bagikan artikel ini



