NABIRE - Sebanyak 3 Rombongan Kelas Belajar (RKB) milik SD YPK Is Keyne mengalami kerusakan yang cukup fatal yang terlihat dari atap daun sengk hingga plafon.

Dan kini kita memasuki awal tahun dengan curah hujan yang lebat di pagi dan juga sore hingga malam hari, sehingga di pagi hari saat Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) berlangsung anak-anak terpaksa harus hati-hati.

Karena hujan yang turun langsung tergenang di dalam ruangan kelas dan peserta didik harus istirahat sebentar dan dilanjutkan dengan pembersihan kelas.

“Sementara kalau hujan di sore dan malam hari, KBM di pagi hari tidak bisa langsung jalan, tetapi murid dibantu dewan guru membersihkan genangan air di tiga kelas tersebut,” kata Kepala Sekolah SD YPK IS Keyne, Fedrik Anton Woru, S.PdK kepada Papuapos Nabire, Jumat (29/1) di ruangan kerjanya. Seraya menambahkan, bukan saja kerusakan pada 3 rombongan belajar itu saja.

Tetapi SD IS Keyne juga mengalami kekurangan Rombongan Belajar atau kelas sebanyak 3 hingga 4 RKB lagi, sebab jumlah murid yang ada saat ini berjumlah 386 orang murid.

Dan kelas yang paling banyak jumlah muridnya ada di kelas IV,V dan VI yang bisa dipararelkan hingga kelas A, B dan C, tetapi dengan kekosongan RKB kita padatkan menjadi dua kelas saja.

Untuk itu Dinas Pendidikan diharapkan tidak melakukan rehap atas 3 RKB yang ada, tetapi juga ada kebijakan pembangunan tambahan ruangan kelas baru lagi.

Selain kekurangan ruangan kelas, juga terlihat ada 6 RKB pada bagian jendela hanya terpasang jeluji besi tetapi tidak ada daun jendela dan juga rabat sekolah bagian belakang dan kiri kanan juga sudah jebol alias rusak termakan usia.(des)