5 Pamen Sterad Berikan Penataran MTT Sterad di Wilayah Kodim 1705/Paniai
NABIRE - Sebanyak 5 orang Perwira Menengah (Pamen) Staf Teritorial Angkatan Darat (Sterad) yang tergabung dalam Tim Penataran Mobile Training Team (MTT) tiba di Nabire. Kedatangan kelima Pamen tersebut dalam rangka memberikan penataran Mobile Training Team (MTT) Sterad tahu
Bagikan
NABIRE - Sebanyak 5 orang Perwira Menengah (Pamen) Staf Teritorial Angkatan Darat (Sterad) yang tergabung dalam Tim Penataran Mobile Training Team (MTT) tiba di Nabire. Kedatangan kelima Pamen tersebut dalam rangka memberikan penataran Mobile Training Team (MTT) Sterad tahun anggaran 2013 atau penataran pemberdayaan Babinsa di wilayah Komando Distrik Militer (Kodim) 1705/Paniai, Rabu (20/3) kemarin.
Kelima Pamen tersebut terdiri atas 2 Pamen berpangkat Kolonel masing-masing Kolonel Inf. Supartodi yang juga sebagai ketua tim, Kolonel Czi. Untung Waluyo, sementara 2 Pamen berpangkat Letnan Kolonel yaitu Letkol. Inf. Arh. Fakhruddin dan Letkol. Inf. Usman Nirwan dan 1 Pamen berpangkat Mayor yakni Mayor Inf. Suparno.Kegiatan penataran pemberadyaan Babinsa di Wilayah Kodim 1705/Paniai diawali dengan pembukaan secara resmi dalam bentuk upacara. Dandim 1705/Paniai bertindak sebagai Inspektur Upacara sekaligus membuka secara resmi kegiatan tersebut.Penataran yang diikuti seluruh Danramil dan Babinsa di Wilayah Kodim 1705/Panai tersebut juga melibatkan instansi terkait. Diantaranya dari Dinas Pertanian dan Perkebunan, Dinas Peternakan, Dinas Perikanan dan Kelautan dan Badan Lingkungan Hidup.Sementara itu Ketua Tim Penataran MTT, Kolonel Inf. Supartodi saat diwawancarai seusai upacara pembukaan mengatakan bahwa sasaran dari Penataran MTT khususnya bagi para Babinsa untuk memberikan keterampilan dan kemampuan dalam mengemban tugas di wilayah.“Walapun selama ini cukup bagus Babinsa melaksanakan tugas, hubungan dengan masyarakat begitu baik namun demikian perlu dibekali untuk mengikuti perkembangan situasi saat ini,” ungkapnya.Dikatakannya, selain Babinsa sebagai ujung tombak dari TNI AD, bersama-sama instansi terkait sebagai penyuluh yang menjadi ujung tombak sehingga mampu mensosialisasikan, mempu melakukan peningkatan-peningkatan diberbagai bidang di daerah. Khususnya meningkatkan kesejahteraan bersama-sama dengan rakyat membantu dalam rangka mengatasi kesulitan disekelilingnya. Seperti dalam membantu penanggulangan saat terjadi bencana, bersama-sama meningkatkan taraf hidup atau ekonomi utamanya dalam keluarganya untuk selanjutnya melebar pada rakyat. Hal-hal atau bekal-bekal seperti ini yang perlu dimiliki oleh Babinsa dan dinas-dinas terkait seperti pertanian, perkebunan, kehutanan, perikanan dan lain-lain.Penataran juga sebagai pembekalan terhadap para Babinsa agar dapat mengetahui, mencari informasi, mendeteksi dan mencegah secara dini terhadap kemungkinan-kemungkinan permasalahan yang terjadi di daerah, seperti permasalahan-permaslahan yang terjadi saat Pilkada atau lainnya.Babinsa seyogyanya mengetahui dan melaporkan kepada komando atas.Kolonel Supartodi mengharapkan, sesuai dengan doktrin-doktrin TNI, 8 wajib TNI, Sapta marga, Sumpah Prajurit itu harus menjadi landasan yang harus dipedomani Babinsa khususnya umumnya seluruh prajurit TNI AD dalam melaksanakan tugas.“Dengan bekal-bekal yang telah diberikan atas landasan mempedomani 8 wajib TNI, Sapta Marga dan Sumpah Prajurit serta mencintai rakyat maka dengan sendirinya TNI akan dicintai oleh rakyat, dengan demikian tugas yang akan dilakukan dirasakan lebih ringan,” ungkapnya. (iing elsa)
Bagikan artikel ini



