50 Murid SMA YPK Tabernakel Oyehe Siap Ikuti Simulasi ANBK
NABIRE - Dijadwalkan Selasa (31/8/21) sebanyak 50 murid SMA YPK Tabernakel Oyehe siap mengikuti simulasi Asesmen Nasional Berbasis Komputer
NABIRE - Dijadwalkan Selasa (31/8/21) sebanyak 50 murid SMA YPK Tabernakel Oyehe siap mengikuti simulasi Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) yang diselenggarakan di ruangan Laboratorium IPA.
Selain adanya kegiatan simulasi, kegiatan yang sama juga akan dioleh para murid dari SD Inpres Oyehe serta para murid dari Sekolah Luar Biasa (SLB) Petra Nabire.
Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) merupakan penilaian komptetensi mendasar yang diperlukan oleh semua murid untuk mampu mengembangkan kapasitas diri dan berpartisipasi positif pada masyarakat. Dari AKM yang dimaksud terdapat dua kompetensi mendasar yang diukur AKM. Baik pada literasi membaca dan literasi matematika (numerasi). Pada literasi membaca maupun numerasi komptensi yang akan dinilai mencakup, ketrampilan berpikir, logissistimatis ketrampilan bernalar menggunakan konsep pada pengetahuan yang telah dipelajari. Serta ketrampilan memilah serta mengolah informasi. Karena AKM menyajikan masalah-masalah dengan beragam konteks.
Yang diharapkan mampu diselesaikan oleh murid menggunakan kompetensi literasi membaca dan numerasi yang dimiliknya. AKM dimaksudkan untuk mengukur kompetensi secara mendalam, bukan sekedar penguasaan konten.
“Literasi membaca didefenisikan sebagai kemampuan untuk memahami, menguasai, mengevaluasi dan merefleksikan berbagai jenis teks tertulis. Untuk mengembangkan kapasitas individu sebagai warga Indonesia dan warga dunia serta untuk dapat berkontribusi secara prodiktif kepada masyarakat di mana peseerta didik itu berada maupun kepada masyarakat umum,” ujar Kepala Sekolah SMA YPK Tabernakel Oyehe Nabire, Drs. Datner Marpaung kepada Papuapos Nabire, Senin (30/8/21).
Sehingga narasi sebagai kemampuan berpikir menggunakan konsep, prosedur, fakta dan alat matematika untuk menyelesaikan masalah sehari-hari pada berbagai jenis konteks yang relevan untuk individu sebagai warga Indonesia dan warga dunia.
Karena dalam pembelajaran terdapat 3 komponen penting. Yaitu, kurikulum (apa yang diharapkan akan dicapai), pembelajaran (bagaimana mencapai) dan asesmen (apa yang sudah dicapai). Sebab asesmen dilakukan untuk mendapatkan informasi mengetahui capaian murid terhadap kompetensi yang diharapkan.
Untuk itu asesmen kompetensi minimum dirancang untuk menghasilkan informasi yang memicu perbaikan kualitas belajar dan mengajar. Yang pada gilirannya dapat meningkatkan hasil belajar murid sesuai dengan apa yang diharapkan.
Untuk itu pelaporan hasil AKM dirancang untuk memberikan informasi mengenai tingkat komptensi murid dan tingkat komptensi tersebut dapat dimanfaatkan guru sebagai mata pelajaran untuk menyusun strategi pembelajaran yang efektif dan berkualitas.
Sesuai dengan tingkat capaian murid “teaching at the right level” dapat diterapkan pembelajaran yang dirancang dengan memperhatikan tingkat capaian murid akan memudahkan murid menguasai konten atau kompetensi yang diharapkan pada suatu mata pelajaran. (des)
Bagikan artikel ini



