8 Ortu Program Afirmasi Temui Kadisdik Soal Biaya Pemondokan
NABIRE - Sebanyak delapan (8) Orang Tua (Ortu) murid dari program Pendidikan Afirmasi, Senin (18/5), menemui Kepala Dinas Pendidikan Kabupat
NABIRE - Sebanyak delapan (8) Orang Tua (Ortu) murid dari program Pendidikan Afirmasi, Senin (18/5), menemui Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nabire dan menanyakan biaya pemondokan bagi putra dan putri mereka yang dikabarkan sudah dua tahun belum juga ada kejelasan. Untuk itu, kedelapan orangtua murid ini langsung dipimpin Since Woisiri atau yang lebih dikenal Ibu Ayami menemui Kepala Dinas Pendidikan Nabire.
Dihadapan Kadisdik Nabire, perwakilan mereka (Since Woisiri) mengatakan, kami mengetahui bahwa biaya kuliah dan makan dari anak-anak kami menjadi tanggung jawab pemerintah provinsi dan pusat. Akan tetapi biaya pemondokan atau biaya sewa rumah itu menjadi tanggung jawab Pemerintah Kabupaten Nabire, akan tetapi pada tahun 2019 lalu hingga tahun 2020 ini semua biaya pemondokan menjadi tanggung jawab kami selaku orang tua.
Untuk itu, selaku orang tua murid datang ke kantor dinas ini dan minta ada kejelasan soal anak-anak yang kini menuntut ilmu diluar Papua, sebab pada awalnya semuanya berjalan baik akan tetapi memasuki dua tahun ini justru membebani kami orang tua. Sementara selaku orang tua murid pahami, bahwa anak-anak kami yang mengikuti program afirmasi merupakan aset bangsa dan masyarakat di daerah ini yang perlu diprioritaskan dalam bidang pendidikan agar kelak mereka juga membangun daerah ini.
Setelah mendengar penjelasan dari perwakilan orang tua murid Since Woisiri, Kepala Dinas Pendidikan menjawab sejak tahun 2019 lalu dirinya telah memprogramkan dana pemondokan sebesar Rp2 milyar lebih. Namun, dari program biaya yang telah diusulkan itu tidak dijawab atau tidak diberikan dana, sehingga dirinya tidak bisa berbuat apa–apa, sebab hingga saat ini belum ada kejelasan dana Otonomi Khusus (Otsus) dari Pemerintah Provinsi Papua.(des)
Bagikan artikel ini



