NABIRE - Sejak tahun 2019 hingga tahun 2021 telah ditemukan ada 10 Sekolah Dasar(SD) yang tidak pernah melaksanakan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM). Namun dari 10 SD itu pada setiap bulan berjalan secara aktif membuat laporan secara aktif ke Dinas Pendidikan Kabupaten Nabire. Termauk laporan pertanggungjawaban dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) secara rutin.

Dan dalam laporan dana BOS itu telah ditemukan adanya jumlah murid hingga 300 murid.  Namun fakta di lapangan tidak ada proses KBM yang terjadi.

“Dari 10 SD yang ditemukan tidak aktif KBM, kini sudah diaktifkan 4 SD,” kata Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nabire, Yulianus Pasang, S.Pd, M.Pd kepada Papuapos Nabire, Senin (17/5/21).

Sementara yang sisa, 6 SD sama sekali tidak bisa diaktifkan kembali.  Sehigga selaku Kepala Dinas telah meminta langsung ke Pemerintah Pusat agar tidak ada pencairan dana BOS bagi 6 SD itu.

Dan bagi 4 SD yang telah diaktifkan kembali selalu dalam pantauan langsung dari Dinas Pendidikan. Dengan harapan agar ada proses KBM demi kemajuan pendidikan bagi anak–anak yang ada di 4 SD tersebut.

Lanjut Pasang, sebelum adanya temuan di lapangan soal 10 SD tersebut, terlihat laporan bulanan dan pencairan dana BOS lancar–lancar saja.  Tetapi faktanya tidak ada proses KBM.

Namun dari waktu ke waktu terus dilakukan pembenahan secara kedalam guna kemajuan pendidikan bagi anak-anak, maka kini dari 10 SD ada 4 sekolah yang telah diaktifkan kembali.(des)