Akibat Corona, Ada Sekolah Tidak Mau Imunisasi
NABIRE – Sejak pandemi Corona melanda tanah air hingga dunia, beberapa sekolah di wilayah pelayanan Puskesma Karang Tumaritis, Nabire menolak untuk pelayanan imunisasi dari Pusksmas. Karena, imunisasi rutin tahunan dari Puskesmas ke setiap sekolah keliru ditafsirkan sehingga Puskesmas Karang Tumaritis tidak melaksanakan imunisasi di beberapa sekolah di wilayah pelayanannya.

NABIRE – Sejak pandemi Corona melanda tanah air hingga dunia, beberapa sekolah di wilayah pelayanan Puskesma Karang Tumaritis, Nabire menolak untuk pelayanan imunisasi dari Pusksmas. Karena, imunisasi rutin tahunan dari Puskesmas ke setiap sekolah keliru ditafsirkan sehingga Puskesmas Karang Tumaritis tidak melaksanakan imunisasi di beberapa sekolah di wilayah pelayanannya.
Peserta dari Puskesmas Karang Tumaritis launching Program Siap Belajar Kembali (PIJAR) dari Yayasan Noken Papua bekerjasama dengan Unicef bermitra dengan pemerintah daerah di Aula Kantor Bupati Nabire, Senin (13/12) mengungkap, sejak pandemi corona, beberapa sekolah di willayah pelayanan Puskesmas Karang Tumaritis menolak untuk melaksanakan imunisasi di sekolah. Mereka menolak untuk tidak melaksanakan imunisasi di sekolah. Dan penolakan tidak hanya dari anak-anak tetapi juga ada guru dan orang tua murid juga menolak untuk pelayanan imunisasi.
Menurutnya, imunisasi yang hendak diberikan Puskesmas Karang Tumaritis di sekolah merupakan program rutin setiap tahun diberikan kepada anak-anak sekolah. Pihak Puskesmas menjelaskan maksud tersebut juga sekolah menolak untuk diimunisasi.
Perawat dari Puskesmas Karang Tumaritis ini menilai penolakan tersebut karena ada dugaan sisipan vaksinasi Covid-19 ke sekolah sehingga mereka menolak. Karena, sebagian masyarakat tidak mau divaksin covid-19.
Hawar dari Puskesmas Kota mengusulkan diperlukan sosialisasi yang benar tentang apa itu imunisasi dan vaksin Covid-19 kepada masyarakat secara benar dan tepat. Karena tujuan dari imunisasi dan vaksin belum dipahami masyarakat dengan baik.
Sementara itu, Toni Taribaba dari Dinas Pendidikan Kabupaten Nabire menyatakan pihaknya akan mendampingi sekolah-sekolah yang menolak untuk kegiatan imunisasi di sekolah. Pendekatan akan dilakukan melalui guru dan anak-anak agar tidak salah tafsir antara imuniasi dan vaksinasi covid-19. (ans)
Bagikan artikel ini



