Antri Panjang di SPBU, Ada Apa ?
NABIRE – Antrian panjang (mengular, red) kendaraan roda empat di sejumlah SPBU di Kota Nabire, sejak beberapa waktu belakangan ini kembali terjadi. Selain harus mengantri dalam barisan yang cukup pajang, terkadang tidak sedikit warga yang mengaku kecewa karena tidak mendapatkan jatah BBM jenis pertalite ketika antri di SPBU lantaran stok telah habis. Sejumlah pihak juga bertanya-tanya, kenapa begitu banyak kendaraan antri untuk mengisi BBM di SPBU yang ada di Kota Nabire ini. Ada juga warga yang berkomentar, antrian panjang kendaraan itu terasa aneh.

NABIRE – Antrian panjang (mengular, red) kendaraan roda empat di sejumlah SPBU di Kota Nabire, sejak beberapa waktu belakangan ini kembali terjadi. Selain harus mengantri dalam barisan yang cukup pajang, terkadang tidak sedikit warga yang mengaku kecewa karena tidak mendapatkan jatah BBM jenis pertalite ketika antri di SPBU lantaran stok telah habis. Sejumlah pihak juga bertanya-tanya, kenapa begitu banyak kendaraan antri untuk mengisi BBM di SPBU yang ada di Kota Nabire ini. Ada juga warga yang berkomentar, antrian panjang kendaraan itu terasa aneh.
Tidakkah perlu adanya pemantauan dari pihak-pihak terkait di daerah ini. Agar stok BBM yang ada di Kabupaten Nabire sesuai dengan peruntukkannya dan tidak ada pihak yang menyalahgunakan. Karena informasi yang didapat Papuapos Nabire dari pihak Pertamina Nabire, stok BBM untuk Kabupaten Nabire aman dengan jumlah stok yang tidak ada penurunan (sesuai kuota). Dan distribusi ke SPBU-SPBU yang ada di Kota Nabire pun tidak ada perubahan. Anehnya, stok aman sesuai dengan kuota tanpa ada pengurangan dan distribusi ke SPBU-SPBU tidak ada perubahan, namun yang menjadi pertanyaan, kenapa belakangan ini terjadi antrian panjang kendaraan roda empat di sekitar areal SPBU ?
“Saya juga heran, kenapa beberapa waktu belakangan ini kok selalu saja terjadi antrian panjang kendaraan di sejumlah SPBU di Kota Nabire ini. Pernah saya antri, begitu dapat giliran BBM pertalite yang saya pesan katanya sudah habis. Terpaksa harus beli pertamax dengan harga yang lebih tinggi. Dulu pernah ada praktek pembelian BBM dengan mobil-mobil nangka. Jangan sampai itu terjadi lagi. Perlu ada tim dari pihak-pihak terkait untuk memantau distribusi BBM di SPBU-SPBU yang ada di Nabire,” tutur salah seorang warga Kota Nabire.
Terkait fenomena antrian kendaraan yang mengular di sejumlah SPBU belakangan ini, Papuapos Nabire mengkonfirmasi pihak Pertamina Nabire terkait BBM. Said Abubakar dari Pertamina Nabire menyebutkan jika stok BBM untuk SPBU selalu dijaga sesuai dengan SK BPH Migas, kuota diberikan ke per masing-masing SPBU. Dalam setiap hari didistribusikan BBM sebanyak 350KL (350.000 liter) untuk SPBU, APMS, SPBN untuk nelayan.
Bicara soal stok, kata Said, secara stok Pertamina pasti memberikan stok lebih dari kuota BPH Migas. Tetapi Pertamina tidak bisa salurkan karena SPBU itu sudah dijatah untuk subsidinya.
Menurut dia, saat ini yang terjadi antrian itu karena saling menunggu. Dan yang melakukan antri disinyalir bukan hanya masyarakat.
Ditanya kemungkinan adanya praktek pembelian BBM secara berlebihan menggunakan “mobil nangka”, kata dia, sekarang ini penjual BBM eceran di pinggir-pinggi jalan terlihat merebak. Hal ini bisa saja menjadi indikasi adanya praktek-praktek seperti itu. Namun untuk kejelasannya perlu ada pemantauan langsung di SPBU-SPBU ini.
Untuk mengatasi persoalan ini, menurut dia, adalah menjadi tugas kita semua. Salah satunya, pihak kepolisian juga berwenang untuk menindak jika ada indikasi penyalahgunaan atau penyerapan BBM dari oknum-oknum yang terlalu besar yang mengakibatkan masyarakat tidak kebagian.
“Syukur sampai saat ini kuota Nabire tidak ada masalah. Walaupun sejak tahun 2021 saya sudah koordinasi dengan Pemda Nabire, dan Pemda Nabire sudah membuat usulan penambahan kuota ke BPH Migas. Tapi belum disetujui karena mungkin anggaran APBN kita untuk subsidi belum ada,” ujarnya. (ros)
Bagikan artikel ini



