NABIRE – Antrian kendaraan untuk mengisi BBM di sejumlah SPBU di Nabire, sudah beberapa waktu belakangan ini, terlihat tidak seperti biasanya bahkan terkesan tidak wajar. Barisan kendaraan di areal sekitar SPBU, terlebih khusus kendaraan roda empat, terlihat mengular di jam-jam tertentu. Sejumlah warga mengindikasikan ada ketidakwajaran dalam antrian panjang kendaraan roda empat di sejumlah SPBU itu. Diharapkan pihak-pihak terkait di daerah ini bisa melakukan pengawasan di lapangan agar pengisian BBM terlebih khusus BBM bersubsidi ini tidak terjadi praktek-praktek pelanggaran aturan.

“Sudah beberapa kali saya mengisi bahan bakar di SPBU selalu yang tersisa hanya Pertamax, sedangkan Pertalite sudah habis kata petugas di SPBU. Saya juga heran, kenapa belakangan ini kendaraan roda empat yang antri seperti kompak sampai terlihat barisan kendaraan roda empat mengular di areal sekitar SPBU. Ini tentu butuh pengawasan di lapangan. Supaya jangan hanya pihak-pihak tertentu saja yang bisa mendapatkan jatah BBM bersubsidi, sementara warga lainnya tidak kebagian jatah saat akan mengisi,” tutur salah seorang warga Kota Nabire, kepada media ini.

Lebih lanjut dikatakan, dari catatan persitiwa yang dirinya ikuti di media, ada beberapa kali pihak aparat kepolisian mengamankan oknum-oknum yang melakukan pengisian BBM dengan menggunakan tanki mobil yang sudah dimodifikasi sehingga mampu menampung BBM dalam kapasitas lebih banyak dari yang seharusnya. Dengan adanya persitiwa seperti ini, lanjut dia, tentunya wajar jika ada warga yang merasa curiga dengan kondisi antrian kendaraan roda empat yang belakangan marak terjadi di sejumlah SPBU di Nabire ini.

“Saya pernah mendapatkan informasi kalau pihak kepolisian pernah tangkap sopir mobil nangka yang beroperasi. Kita khawatir jangan sampai sopir-sopir mobil nangka ini juga sekarang sedang ikut antri di SPBU-SPBU. Jangan sampai tangka-tangki yang mereka modifikasi itu menyedot habis BBM bersubsidi sementara kami sebagai warga yang juga berhak mendapatkan pelayanan BBM bersubsidi tidak kebagian. Untuk mengantisipasi hal-hal seperti ini, kita berharap para pihak terkait untuk bisa perhatikan ini,” ujarnya.


Anggota Dewan Turun Pengawasan


Terkait soal antrian kendaraan di SPBU-SPBU di Nabire, Komisi B dan anggota DPRD Kabupaten Nabire lainnya, Selasa (5/7/22) kemarin turun lapangan. Para wakil rakyat ini turun lapangan dalam rangka menjalankan fungsi pengawasan dan berkoordinasi dengan pemilik SPBU. Mereka sedang mencari tahu kenapa sampai terjadi antrian panjang BBM Pertalite yang terjadi pada setiap harinya.

Menurut informasi, pihak DPRD Kabupaten Nabire dalam minggu ini akan mengundang semua pemilik SPBU, Dinas Perdagangan, Pertamina, Kepolisian, untuk membahas persoalan ini. (ros)