Asisten I Buka Rakerwil DPW Bamagnas Papua Tengah
“Di tengah dinamika pembangunan daerah otonom baru ini, kita sangat membutuhkan dukungan dari lembaga keagamaan untuk menjaga kerukunan, kedamaian dan persatuan di tengah masyarakat. Gereja dan para hamba Tuhan adalah garda terdepan dalam membina umat,” terangnya.

NABIRE - Dalam wadah pemersatu gereja-gereja dan umat Kristiani, sekaligus menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam membangun moral, spiritual dan etika masyarakat. Badan Musyawarah Antar Gereja Nasional (Bamagnas), pada Jumat, (23/10/26) menggelar Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) DPW Bamagnas Provinsi Papua Tengah.
Dalam sambutan Gubernur Meki Nawipa, SH, yang dibacakan Plt. Asisten I Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Alanthino Wiay, S.STP., M.Si, mengatakan Bamagnas memiliki peran yang sangat penting sebagai wadah pemersatu gereja-gereja dan umat Kristiani, sekaligus menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam membangun moral, spiritual dan etika masyarakat di Provinsi Papua Tengah.
“Di tengah dinamika pembangunan daerah otonom baru ini, kita sangat membutuhkan dukungan dari lembaga keagamaan untuk menjaga kerukunan, kedamaian dan persatuan di tengah masyarakat. Gereja dan para hamba Tuhan adalah garda terdepan dalam membina umat,” terangnya.
Tambahnya, melalui pelaksanaan Rakerwil untuk periode 2025-2030 ini, Gubernur menaruh harapan besar agar Bamagnas Provinsi Papua Tengah dapat merumuskan program-program kerja yang konstruktif, inovatif dan responsif terhadap tantangan sosial yang dihadapi umat saat ini.
Dalam hal tersebut ia juga mengatakan, Pemerintah Provinsi Papua Tengah berkomitmen untuk terus merangkul dan berjalan bersama seluruh elemen masyarakat, termasuk lembaga-lembaga keagamaan.
“Kami berharap program kerja yang dirumuskan dalam Rakerwil ini dapat disinergikan dengan visi, misi dan program pemerintah daerah, khususnya dalam bidang pembinaan mental spiritual, pendidikan karakter, pemberdayaan ekonomi jemaat serta menjaga kondusivitas wilayah kita tercinta,” ujarnya.
Gubernur juga berpesan kepada seluruh peserta Rakerwil, agar mengikuti persidangan ini dengan penuh hikmat, mengedepankan musyawarah mufakat, serta saling menguatkan dalam ikatan persaudaraan kasih Kristus.
“Jadikan momentum Rakerwil ini untuk mengevaluasi pelayanan yang telah lalu dan merancang langkah-langkah pelayanan yang lebih baik ke depannya,” tandasnya. (rob)
Bagikan artikel ini




