NABIRE – Kepala Suku D3N Kabupaten Nabire, Ayub Wonda mengatakan jika pihaknya beberapa waktu lalu sempat menggelar pertemuan di kediamannya bersama dewan adat, LMA, 6 kepala suku besar pesisir dan kepulauan, kepala suku Wate.

Dalama pertemuan itu dikumandangkan untuk para pihak ini bisa bersatu untuk pembangunan di Kabupaten Nabire kedepan.

Selain itu, saat pertemuan itu juga sempat terkemuka rencana pembangunan honai nusantara di lokasi itu.

Dikatakan Ayub Wonda kepada media ini, keberadaan honai adat yang sudah ada seharusnya juga mendapat perhatian dari pemerintah daerah.

Namun hingga saat ini, kata Ayub, belum ada perhatian dari pemerintah daerah.

Kata dia, di daerah lain berlaku 3 pilar yaitu agama, adat, dan pemerintah berjalan bersamaan.

Namun di daerah ini dinilai hal ini belum jalan, bahkan terkadang gerakan politik mempengaruhi pada masing-masing pilar. 

“Honai adat nusantara kita mau bangun dengan swadaya masyarakat.

Di honai adat nusantara ini tidak hanya tempatnya Suku D3N, tapi yang akan kita bangun ini adalah honai nusantara.

Di dalam itu penuh warna dari berbagai suku yang ada di daerah ini,” ujarnya.

Lebih lanjut dikatakan, rencana honai nusantara akan dibangun di lokasi Kepala Suku D3N, Ayub Wonda di Wadio.

Rencananya honai akan dibangun lebih besar dari honai yang ada saat ini. 

“Untuk membangun ini memerlukan biaya yang cukup besar.

Sehingga kami yang akan biayai dari swadaya dari semua kepala suku, semua pihak adat, harus turun tangan.

Kemarin secara simbolis terkait rencana pembangunan honai nusantara, telah dilakukan pencabutan alang-alang dari pihak adat,” harapnya. 

Dikatakan Ayub, pihaknya memiliki inisiatif untuk membangun honai ini dengan hati.

Jika honai nusantara sudah terbangun, ke depan persoalan-persoalan yang muncul akan diselesaikan bersama di honai ini. (ros)