NABIRE - Bertempat di ruang pertemuan Paroki St. Yosep Nabar, Minggu (11/7/21), Badan Pengurus gereja mengadakan sosialisasi tentang perbandingan antara tata pelayanan ekaristi (TPE) 2005 dan 2020. Perbandingan ini dibuat dengan maksud agar kita semua mempunyai gambaran secara menyeluruh tentang buku TPE 2020 baru.

Sebelum memulai sosialisasi, Pastor Paroki Pastor Injonito Gerry memberikan bimbingan materi Katakesmus kepada Badan Pengurus gereja yang hadir pada saat itu. Tugas dan pelayanan gereja kepada umat di masing-masing kring melayani itu dengan baik dan benar serta mengutamakan doa pribadi, dan berdoa keluarga serta umat yang ada di kring tersebut harus dijadikan sebagai rutin berdoa sebab kita melayani umat mewartakan sabda Allah kepada umat. 

Dikatakan Pastor, keluarga wajib duduk bersama dijadikan sebagai keluarga berdoa, dan baca kitab suci setiap hari sebagai tugas pokok Badan Pengurus gereja. Agar pelayanan kepada umat bisa lancar dan aktifkan kembali doa keluarga atau lingkungan di masing-masing.

“Kita membangun iman diri sendiri dan iman umat yang kuat dan kokoh serta dekat dengan gereja. Itulah harapan Tuhan kepada kita, bukan membangun gedung megah. Tuhan Yesus tidak butuh gedung tapi Tuhan Yesus butuh iman umat yang kuat dan dekat dengan gereja disitulah ada keselamatan jiwa kita masuk surga. Dan beritahukan kepada umat uang derma atau kolekte Tuhan kasih kita berkat banyak hingga kita juga kasih Tuhan itu nilai uang yang besar supaya dapat berkat juga banyak,” tuturnya.

Sekretariat Paroki St. Yosep Nabar, Mario Puku memberikan sosialisasi tentang tata perayaan ekaristi (TPE) perbandingan antara 2005 dan TPE 2020. Perbandingan ini dibuat dengan maksud agar kita semua mempunyai gambaran menyeluruh tentang buku Tata Pelayanan Ekaristi(TPE) baru yang akan dipakai nantinya.

Tata Perayaan Ekaristi (TPE) 2005 berdasarkan Ordo Missae 2002 sedangkan yang baru adalah Tata Perayaan Ekaristi (TPE)2020 berdasarkan Ordo Missae 2008. Ritus pembuka, liturgi Sabda, litugi ekaristi, doa syukur agung, ritus komuni, dan ritus penutup. (modes)