Badan Pengurus Inti dan Tim Lain Bahas 4 Agenda Utama Paroki Nabar
NABIRE - Bertempat di ruang pertemun Paroki Santo Yosep, Nabire Barat, Sabtu (5/2/22), Badan Pengurus Inti Paroki, Tim Pembangunan dan Tim Usaha Dana membahas empat agenda masalah utama yang harus diprioritas tahun ini dan tahun depan.

NABIRE - Bertempat di ruang pertemun Paroki Santo Yosep, Nabire Barat, Sabtu (5/2/22), Badan Pengurus Inti Paroki, Tim Pembangunan dan Tim Usaha Dana membahas empat agenda masalah utama yang harus diprioritas tahun ini dan tahun depan.
Keempat agenda penting itu, pertama, rumah pastoran, timbunan halaman gereja dan pagar halaman gereja. Kedua, empat belas perhentian tiang besi disertai dengan gambar. Ketiga, doa rekonsiliasi atau doa perdamaian yang akan dilaksanakan bulan ini. Keempat, melengkapi sarana prasarana Pastor Projo baru yang akan datang.
Dewan Paroki, Marselus Kotouki, mengatakan, harus doakan Paroki kita, pemerintah daerah yang sedang memimpin dan seluruh umat katolik di Paroki Santo Yosep. Melalui doa kita, Tuhan akan membuka jalan bagi kita dan bagi semua orang akan hidup baik untuk peduli terhadap gereja untuk memberi kasih kepada Tuhan.
“Kita harap pemerintah daerah juga memang perlu karena mereka juga hidup bagian dari gereja dan Tuhan, tapi kita sendiri juga harus berjuang kerja keras kebutuhan Paroki harus disampaikan kepada umat di masing-masing Kring atau Kombas sumbang atau tidak sumbang bukan suatu kurang tapi tugas kami menyampaikan informasi kepada umat setiap hari Minggu di pengumuman gereja atau Paroki,” ujarnya.
Lanjut dia, sumbangan kita sendiri akan menyiapkan semen, besi dan lain-lain oleh orang yang peduli dengan gereja. Dan juga pemerintah daerah akan bantu itu.
“Saya rasa beban kita sebagian besar sudah selesai dan kita tinggal kerja saja. Akan hubungi tukang kalau kita mengharapkan ke orang lain dan pemerintah daerah saja harapan dan tujuan kita bisa-bisa tertunda dan tidak bisa menyelesaikan harapan kita. Maka tugas utama kita adalah doa buat kita semua dan pemerintah daerah yang sedang memimpin karena kita punya Paroki ini Paroki pinggiran hingga pemerintah belum sentuh selama ini,” ujarnya. (modes)
Bagikan artikel ini



