Bagi Murid Ikut KBM Tatap Muka Perlu Surat Pernyataan Wali Murid
NABIRE - Pemerintah Kabupaten Nabire melalui Kepala Dinas Pendidikan telah mengeluarkan surat edaran agar semua satuan jenjang pendidikan da
NABIRE - Pemerintah Kabupaten Nabire melalui Kepala Dinas Pendidikan telah mengeluarkan surat edaran agar semua satuan jenjang pendidikan dari tingkat SD hngga SMA dan SMK kembali melaksanakan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tatap muka diawal semester genap.
Namun, faktanya di sejumlah sekolah terlihat dengan jelas tidak semua murid hadir atau masuk sekolah mengikuti proses belajar mengajar di setiap hari efektif belajar, walaupun pihak sekolah telah menerapkan aturan belajar dengan sistim ganjil/ genap dan juga 50%.
Hal ini ternyata didalangi oleh rasa takutnya masyarakat termasuk peserta didik, dengan rasa takut akan wabah virus korona atau Covid-19 yang akhir-akhir ini semakin menjamur sampai beberapa daerah di seputaran pulau Jawa diberlakukan masa PSPB.
Menanggapi hal ini Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nabire Yulianus Pasang, S.Pd yang ditemui Papuapos Nabire, Rabu (13/1), secara tegas mengatakan, bagi murid yang mau mengikuti proses KBM tatap muka di sekolah secara langsung perlu didukung dengan surat pernyataan orang tua wali murid.
Sementara bagi murid yang tidak mau mengikuti KBM tatap muka, sangat perlu untuk dilayani secara langsung oleh guru dari sekolah ke rumah dengan tugas–tugas agar anak tidak ketinggalan dalam pelajaran, walaupun pelaksanaan KBM tidak semaksimal yang kita inginkan.
Untuk itu, disampaikan kepada semua kepala sekolah, wali-wali kelas dan juga guru kelas serta guru mata pelajaran atau bidang studi agar mulai saat ini sudah harus menyiapkan materi pelajaran bagi murid yang tidak diijinkan mengikuti KBM tatap muka.
Karena hingga saat ini kita belum mendapatkan solusi yang tepat atau terbaik guna menjalankan proses KBM yang maksimal, sehingga kegiatan belajar dari rumah, sistim ganjil/genap dan juga pembagian belajar 50% satu–satunya sebagai jawaban solusi memaksimalkan proses KBM di semua satuan jenjang pendidikan.(des)
Bagikan artikel ini



