Baldus Rumbobiar : Kebakaran Rumah Anak Saya Merupakan Ujian dari Tuhan
MAKIMI - Kebakaran rumah milik anak dari Baldus Rumbobiar yang terletak di jalur tiga SP2 Lagari, Kampung Lagari Jaya pada tanggal 7 Januari tahun 2022 lalu, merupakan ujian dari Tuhan.
MAKIMI - Kebakaran rumah milik anak dari Baldus Rumbobiar yang terletak di jalur tiga SP2 Lagari, Kampung Lagari Jaya pada tanggal 7 Januari tahun 2022 lalu, merupakan ujian dari Tuhan.
“Sebab selama ini banyak berkat yang Tuhan telah berikan bagi saya dan keluarga lewat usaha dan kerja yang telah kami kerjakan. Namun di tengah kesuksesan itu Tuhan mau menguji iman kami lewat kebakaran rumah,” kata Baldus Rumbobiar kepada Papuapos Nabire, Selasa (11/1/22) via telepon genggamnya.
Dirinya selaku orang tua dari anak Salomina Merpati Rumbobiar yang rumahnya dilahap si jago merah hanya bisa pasrah. Walaupun sebagai manusia tentunya menyesal, karena bukan rumah saja yang hangus, tetapi segala isinya ikut ludes dilahap si jago merah.
Kata Baldus Rumbobiar, di balik kebakaran rumah anaknya jelang dua hari kedepannya sudah bangun rumah baru lagi walaupun di lokasi yang berbeda.
“Sehingga selaku orang kristen yang tetap percaya kepada Tuhan, saya secara pribadi menyakini dan mengamini bahwa kebarakan rumah anak saya merupakan ujian dari Tuhan di mana Tuhan mau menguji iman saya dan keluarga,” tuturnya.
Untuk itu selaku orang tua dari Salomina Rumbobiar yang rumahnya terbakar, meminta kepada anak-anak dan keluarga agar selalu bersyukur kepada Tuhan. Karena banyak berkat telah diberikan, namun imannya perlu juga diuji agar dirinya dan keluarga lebih dekat kepada Tuhan.
Sebab bagi manusia boleh kita katakan kebetulan, tetapi bagi Tuhan tidak ada yang kebetulan. Karena Tuhan punya cara dan rencana tersendiri dan hidup ini merupakan rahasia Tuhan yang patut kita kembali merenungkannya.
Karena di tengah–tengah kehidupan manusia, Tuhan telah membuat banyak teguran di tengah keluarga dan tetangga kita. Namun kita belum juga sadar bahwa Tuhan sedang menegur kita lewat orang lain. Untuk kembali kita renungkan dan kembali pada Tuhan karena Dialah satu-satunya jalan dan keselamatan. (des)
Bagikan artikel ini



