NABIRE - Walaupun kasus Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Kabupaten Nabire menurun, pihak Pemerintah Kabupaten Nabire melalui tim gugus tugasnya masih menerapkan tanggap darurat dalam penanganan pandemik bencana non alam tersebut. Perlahan tapi pasti, meskipun tatanan baru ‘new normal’ belum dapat diterapkan, mulai akhir pekan kemarin Pemkab Nabire memberikan kelonggaran bagi tempat umum, khusus sarana ibadah yang mulai diperbolehkan dibuka dengan beberapa catatan. Protokol kesehatan dan social distancing hingga physical distancing wajib dilaksanakan. Menyangkut pembatasan dan prasyarat lainnya disesuaikan oleh masing-masing lembaga keagamaan yang ada.

Terkait hal ini, Sabtu siang (30/05/2020), Pemkab Nabire dan unsur pimpinan daerah bersama para pemuka serta tokoh agama diundang ke Kantor Bupati Nabire guna membahas terkait persiapan kelonggaran bagi tempat peribadatan di daerah ini. Rapat bersama dipimpin Bupati Nabire diwakili Sekda Nabire, Daniel Maipon, S.STP dan dihadiri Dandim 1705/Paniai Letkol Inf. Benny Wahyudi, dan tim gugus tugas itu membahas kesiapan rencana pelonggaran pelaksanaan ibadah di sejumlah tempat ibadah yang ada di daerah ini, mulai dari masjid, gereja, pura dan wihara.  

Hadir dapat kesempatan itu, sejumlah pimpinan, tokoh dan pemuka agama yang ada di daerah ini. Pantauan media ini, secara umum para tokoh agama menyampaikan kerinduan mereka untuk melaksanakan ibadah di sarana/rumah ibadah mereka masing-masing. Hal itu seperti disampaikan, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama, Pendeta Yunus Mbaubedari, S.Th yang mengatakan, Puji Tuhan, Tuhan sayangi kita semua.

“Saya sebagai pimpinan FKUB dan seluruh pimpinan gereja memberikan apresiasi atas kerja keras pemerintah daerah untuk memutus mata rantai Covid-19 sehingga menurun. Ini prestasi yang baik. Para gugus tugas dan tim medis luar biasa. Kami terus mendukung dengan doa. Kita harapkan agar Kabupaten Nabire segera bebas dari Covid-19,” harapnya.

Senada dengan Ketua FKUB disampaikan juga oleh Ketua BKSAG, MUI dan dan pimpinan agama. “Kami sampaikan apresiasi kepada Pemda. Kami tetap mendukung dan mendoakan Pemda dan gugus tugas,” kata wakil dari BKSAG.

Pendeta Alfi dari Pentakosta mengatakan, kelonggaran ini terjadi karena ada kerja keras dari Pemda untuk menekan penyebaran Covid-19 sehingga bisa menjawab kerinduan jemaat. Pendeta Bernadus Miagoni dari GKI juga menyampaikan dan memberi dukung luar biasa atas kerja Pemda di Nabire. Luar biasa, kami berikan apresiasi atas kerja selama ini. Kami sekarang bisa beribadah tetapi kami harus patuh pada protokol kesehatan yang tadi disampaikan.

Ketua MUI Nabire H. Muh. Darwis dan Ketua Dewan Masjid Kabupaten H. Aziz Baharudin juga menyampaikan hal yang sama dengan pimpinan agama lain.

“Kami sampaikan apresiasi kepada Pemda Nabire. Umat muslim sudah mulai karena MUI sudah tidak tahan lagi menahan arus desakan dari umat. Kami akan laksanakan dengan taat pada protokol pencegahan Covid-19. Fokus kami, sholat 5 waktu tidak masalah tetapi kami akan atur soal sholat Jumat dan hari besar. Kami akan taat kepada pemerintah,” menurut mereka.

“Pemimpin masjid desak agar izinkan karena menurut mereka masjid adalah tempat yang paling bersih karena ada air wuduh. Kami dari masjid ingin agar ibadah bisa jalan. Tetapi ikuti aturan dan terima kasih karena telah mendengar keluhan. Yang utama adalah disiplin. Kita terima kasih karena Nabire sudah menurun,” kata Ketua Dewan Masjid Kabupaten Nabire.

Perwakilan dari Hindu dan Budha menuturkan hal yang sama dan mengatakan akan tetap ikuti imbauan dan ikuti edaran yang dikeluarkan oleh pemerintah daerah. Mewakili Gereja Katolik, Sekretaris Dewan Paroki Gereja Kristus Raja, Yohanes Renyaan mengatakan, kami sampaikan apresiasi kepada Pemda karena kami terus ikuti laporannya. Luar biasa. Kami akan tetap mengacu pada imbauan Pemda dan imbauan struktur gereja kami.(wan)