Belajar dari Rumah Kurang Efektif, 90% Tugas Anak Dikerjakan Ortu
NABIRE - Kini kurang satu bulan lebih lagi genap satu tahun sudah wabah Covid-19 atau corona menyerang hampir seluruh dunia termasuk kita ma
NABIRE - Kini kurang satu bulan lebih lagi genap satu tahun sudah wabah Covid-19 atau corona menyerang hampir seluruh dunia termasuk kita masyarakat Kabupaten Nabire dan pada saat Covid, pemerintah telah mencari solusi agar proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) bisa berjalan efektif.
Sehingga Pemerintah Kabupaten Nabire melalui Dinas Pendidikan pada awalnya menggunakan dua sistim belajar dari rumah, yakni belajar mengirim soal dengan menggunakan HP Android bagi murid SMP, SMA dan SMK.
Sementara bagi jenjang pendidikan dasar menggunakan sistim pengambilan soal lewat guru di sekolah dan juga program belajar dari Radio Ibu Pertiwi memanggil melalui RRI Nabire, namun kedua program ini dapat dinilai kurang efektif.
Dengan demikian pada pertemuan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nabire Yulianus Pasang, S.Pd pada pertemuan bersama dewan guru SMPN 2 Nabire, Jumat (15/1) telah mengeluarkan pernyataan KBM di tahun 2020 lalu hasilnya sangat 'Minim' alias kurang maksimal.
Untuk itu, diharapkan pada KBM tatap muka dengan sistim 50% dan ganjil/genap ini dapat diharapkan ada hasil yang memuaskan, baik itu pada murid yang akan menyelesaikan ujian akhir maupun juga bagi murid yang akan naik kelas.
Sehingga dengan hasil kajian diawal Semester ganjil hingga saat ini memasuki semester genap di tahun pelajar 2020/2021, Pemerintah Kabupaten Nabire kembali memakai sistim ganjil dan genap dengan harapan pendidikan bagi peserta didik tetap terlayani walaupun kurang maksimal.
Untuk itu, pada pertemuan orang tua murid SD Bhakti Mandala Nabire, Sabtu (16/1), telah terungkap dari salah seorang tua murid yang mengatakan, belajar dari rumah dapat dinilai kurang efektif, karena 90% tugas anak dikerjakan oleh orang tua murid.
Dan sebagai orang tua murid menghitung hingga saat ini kurang lebih satu bulan lebih lagi, tercatat wabah Covid-19 telah melanda negeri ini, sehingga kurang lebih 9 bulan anak-anak kita yang ada dibangku pendidikan kurang maksimal mendapatkan pelayanan pendidikan.
Sehingga lewat program KBM tatap muka dengan sistim ganjil dan genap atau 50% perlu didukung oleh semua orang tua murid, walaupun waktu belajarnya dibatasi atau dikurangi, akan tetapi perlu ada KBM tatap muka agar anak bisa sukses dibangku pendidikan, walaupun tidak maksimal.(des)
Bagikan artikel ini



