NABIRE - Belum Baptis belum katolik, karena syarat untuk menjadi anggota gereja adalah pembaptisan. Syarat kembali menjadi anak-anak Allah adalah pembaptisan dengan air baptis, dibersihkan dari noda dosa, dosa-dosa asal Adam dan Hawa. 

Demikian disampaikan Pastor Paroki Santo Yosep Nabire Barat, Pastor Injonito Gerry Da Krus Sch.P disela-sela pembaptisan bayi dan menyambut sakramen pertama bagi orang muda katolik.

Pantauan media ini, Selasa (22/6/21) di Gereja Katolik Santa Tresia di Kaladiri II Distrik Wanggar, perayaan misa ekaristi diawali lagu pujian-pujian wani bahasa daerah Suku Mee dan dinyanyikan lagu dalam Mahda Bakti. Suasana meriah oleh umat katolik yang hadir mengikuti misa ekaristi pembaptisan bayi dan menyambut sakramen pertama bagi orang muda katolik di Paroki Santo Yosep Nabar. 

Pastor Gerry dalam khotbahnya mengatakan, kita diperbolehkan oleh Tuhan memiliki 69 orang anggota gereja yang baru, artinya ketika dibaptis jadi katolik. Kata dia, ketika kita lahir dan besar dari keluarga katolik, walaupun sudah rambut putih tetapi belum dibaptis, dan walaupun setiap hari dalam gereja, tetapi jika belum dibaptis itu belum katolik.

“Saya punya bapa katolik, saya punya tete katolik, saya punya nene katolik, terserah kalian. Tapi kalau belum baptis ,belum katolik. Karena syarat menjadi anggota gereja adalah pembaptisan. Syarat kembali menjadi anak-anak Allah adalah pembaptisan dengan air baptis kita dibersihkan dari noda dosa, dosa-dosa asal Adam dan Hawa tete, nene kita itu,” ujarnya.

Dikatakan, jika dosa asal leluhur tidak dibersihkan tetap anak cucu menderita. Kata dia, sebenarnya kita orang Papua ini lebih dekat dengan Alkitab. 

“Saya selalu dengar Pastor doakan dulu kami naik ke kampung atau wadou, adakan doa adat. Apalagi sekarang paling banyak orang naik ke wadou adakan doa rekonsialiasi dengan alam dan tete nene moyang ini,” tuturnya. (modes)