Beni Giyai : “Jangan Menjadi Tamu di Rumah Sendiri”
DIGIKOTU – Peradaban hidup manusia Meuwodide masih saja menghormati sejarah lingkungannya yakni sikap nurut kepada yang dituakan dan solitaditas warga basis Kingmi di Meuwodide yang semakin baik adanya dengan sikap gerak langkah, sehingga warga Kingmi di Tanah Papua menyele
Bagikan
DIGIKOTU – Peradaban hidup manusia Meuwodide masih saja menghormati sejarah lingkungannya yakni sikap nurut kepada yang dituakan dan solitaditas warga basis Kingmi di Meuwodide yang semakin baik adanya dengan sikap gerak langkah, sehingga warga Kingmi di Tanah Papua menyelenggarakan evet besar konferensi X dipusatkan di Kampung Digikotu Distrik Dogiyai Kabupaten Dogiyai di Tanah Papua.
Pada kesempatan itu, Doktor Beni Giyai, dihadapan sejumlah tamu undangan menyampaikan dan mengajak semua jemaat yang hadir untuk tidak perlu lagi menjadi tamu di rumah sendiri. Ajakan Beni Giyai ini, setelah dirinya terpilih sebagai Ketua Sinode periode kali ini. Selain itu ia juga mengajak kepada warga Kingmi dan Kalolik termasuk umat Nasrani lain untuk selalu menghargai agama lain, mengedepan nilai norma dan sosial yang ada di tengah masyrakat. Hidup berdampingan sebagai manusia yang tau mengenai peradaban setempat, untuk itu dalam kesempatan itu dia juga menyampaikan warganya untuk tidak membakar lokasi, bahkan harus menjaga dan melindungi lingkungan. Sehingga situs yang ada di daerah ini turut diselamatkan.Selain itu, ia juga mengajak warga untuk hidupkan berpola lokal, seperti berkebun berternak babi. “Peradaban seperti itu ditingkatkan di tanah leluhurnya sendiri untuk mengimbangi kemajuan. Rumah kebun pagar harus ada, karena itu adalah keaslian kita,” terangnya.Tak lengkap menurut Giyai dengan bahasa yang sederhana, maka kita menghargai sejarah, menghargai guru dan lingkungan. Tak lupa Beni Giyai dalam kesempatan itu menyampaikan terima kasih terutama kepada panitia penyelenggara. Dimana Dusun Digikotu berubah sekedap sebagai kota kecil. Perubahan wajah pembenahan gereja dalam pagar “Amo duwogo’ edaduba (dalam pagar) perumahan pendeta termasuk aula umum. Maka invent tersebut berjalan sesuai rencana.Dia juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada pemerintah setempat termasuk keamanan di daerah. Tak ketinggalan warga meuwo yang terus bekerja keras, termasuk teman-teman media yang meliput kegiatan tersebut. “Saya berharap kedepan, mesin penerangan listrik mesti baik, kebutuhan akan air bersih bagi warga termasuk transportasi darat juga baik kedepannya,” ujarnya.(Donatus Degei)
Bagikan artikel ini



