JAYAPURA,- Bentang pembangunan Jembatan Holtekamp tahap I  terpasang.Proses pengangktan bentang utama jembatan yang menjadi ikon baru bagimasyarakat Jayapura itu disaksikan langsung oleh Dirjen Balai BinaMarga Kementrian PUPR, Kepala Balai Besar, Wakil Walikota Jayapura,serta Ondoafi Port  Numbay.Sekretaris Daerah Papua Hery Dosinaen mengatakan, keberadaan jembatanini merupakan suatu sejarah baru bagi masyarakat  Papua  yang manajembatan ini telah dikaji secara menadalam mengenai safetynya olehProfesor untuk itu diharapkan jembatan ini bisa di selesaikan denganbaik.Dikatakan, dengan adanya jembatan Holtekam ini akan mempercepatpergerakan orang atau barang serta jasa dari dan ke pusat kotaJayapura. Masyarakat pengguna kendaraan yang bermukim di daerah Koyadan sekitarnya akan lebih muda untuk melakukan perjalanan melewatijembatan Holtekamp.“Keberadaan jembatan ini sudah pasti akan sangat membantu mempercepatatau memudahkan akses/pergerakan masyarakat di kota Jayapura, sehinggalebih efisien dan efektif dalam melakukan perjalanan,” ujar Sekda.Namun, Sekda juga mengimbau kepada masyarakat untuk menjaga danmerawat jembatan ini yang terbilang cukup megah.Sekda juga menyampaikan bahwa terwujudnya jembatan ini atas komitmenpemerintahan Presiden Joko Widodo. Dimana, berbagai pembangunaninfrastruktur dalam jembatan, bandara dan lain sebagainnya menjadiperhatian yang luar biasa, bahkan tidak segan – segannya bapakpresiden turun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi objektifdilapangan.Lanjut sekda, ini merupakan suatu sejarah baru bagi masyarakat  Papuayang mana jembatan ini telah dikaji secara menadalam mengenaisafetynya untuk itu diharapkan jembatan ini bisa di selesaikan denganbaik“Tentunya pemerintah provinsi Papua dan masyarakat menyampaikan hormatdan terimakasih kepada bapak mentri PUPR dan jajarnnya yang telahmemberikan perhatian penuh dan telah menginisiasi membangun Papua inidalam berbagai aspek khususnya infrastruktur”ucap Sekda.Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional XVIII Jayapura Osman Marbunmengatakan, pembangunan Jembatan Holtekamp akan berpengaruh pada waktutempuh pengguna jalan dari Kota Jayapura ke Muara Tami yang akanmenuju Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Skouw yang sebelumnyamembutuhkan waktu 2,5 jam kini menjadi 60 menit.Setelah nantinya bentang jembatan ini, akan dilakukan pengecoranlantai jembatan. Ditargetkan pekerjaan Bentang Tengah jembatan akanselesai pada Juni 2018,” kata Osman.Perakitan Bentang Tengah Jembatan Holtekamp tidak dilakukan dilokasipembangunan jembatan, namun oleh PT PAL Indonesia di Surabaya. Hal inibertujuan meningkatkan aspek keselamatan kerja, meningkatkan kualitaspengelasan, dan mempercepat waktu penyelesaian hingga 3 bulan.Panjang bentang tengah adalah 400 meter ditambah jembatan pendekat 332meter yang terdiri 33 meter pendekat dari arah Hamadi dan 299 meterdari arah Holtekamp sehingga total panjang jembatan keseluruhan 732meter. Lebar jembatan adalah 21 meter yang terdiri 4 lajur 2 arahdilengkapi median jalan.Pembangunan Jembatan Holtekamp dilakukan oleh Kementerian PekerjaanUmum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Balai Pelaksanaan JalanNasional Papua Direktorat Jenderal Bina Marga, bersama PemerintahProvinsi Papua, dan Pemerintah Kota Jayapura.Kementerian PUPR mendanai pembangunan jembatan utama, PemerintahProvinsi Papua mendanai pembangunan jembatan penghubung ArahHoltekamp, dan Pemerintah Kota Jayapura mendanai pembangunan jalanpendekat dan pembebasan lahan.Biaya pembangunan mencapai Rp 1,7 triliun dengan konsorsium kontraktorPT Pembangunan Perumahan, PT Hutama Karya dan PT Nindya Karya.Perlu diketahui berat dari Center Span ini kurang lebih 2000 ton,dengan panjang 112,50 meter tinggi 20,00 meter lebar 26,00 meter  dansetiap titik angkat memiliki berat masing – masing 50 ton.