NABIRE – Ancaman Covid-19 (virus corona) telah menjadi perhatian berbagai pihak di Kabupaten Nabire. Tidak hanya pemerintah daerah, pihak swasta pun sudah melakukan upaya untuk mencegah penyebaran virus corona di daerah ini. Bahkan, dari kalangan masyarakat sipil pun telah ada yang membentuk perkumpulan untuk melawan Covid-19 di Kabupaten Nabire. Karena memang akan lebih efektif jika penanganan terhadap Covid-19 ini dilakukan secara sinergi dengan melibatkan berbagai pihak di daerah ini.Pemerintah Kabupaten Nabire, Selasa (17/3), telah mengundang berbagai pihak untuk membendung virus corona di daerah ini. Pertemuan yang dipimpin Sekda Nabire, Daniel Maipon, SSTP, juga dihadiri Bupati Isaias Douw, S.Sos, MAP. Dari pertemuan ini diharapkan adanya sinergi antar berbagi pihak untuk membendung membendung virus corona di Nabire. Khususnya untuk dua pintu masuk ke Nabire, yakni bandara dan pelabuhan, diharapkan untuk memeriksa semua penumpang di dua pintu masuk tersebut.Seperti disampaikan perwakilan dari Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP), jika pihaknya sudah melakukan pemeriksaan suhu tubuh para penumpang yang masuk lewat Bandara Nabire. Demikian juga dengan angkutan kapal, menurut perwakilan PT. Pelni Nabire, pihaknya sudah melakukan upaya-upaya untuk membendung virus corona. Salah satunya, kata dia, dengan melakukan disinfektan di kapal-kapal penumpang. Saat pertemuan itu juga sempat dikoordinasikan antara tenaga medis dengan perusahaan penerbangan soal pengiriman sample tes uji virus corona pasien untuk dilakukan pemeriksaan di Laboratorium Badan Penelitian dan Pengembangkan Kesehatan (Balitbangkes) Kementerian Kesehatan. Informasi dari perwakilan maskapai penerbangan di daerah ini, aturan penerbangan khususnya untuk pesawat jenis ATR belum diatur untuk bisa membawa (mengirim) sample yang dikategorikan sebagai dangerous goods (DG). Namun demikian, dari pihak perwakilan maskapai tengah melakukan koordinasi dengan kantor pusatnya untuk pengiriman sample pasien tersebut. Pada pertemuan itu juga sempat disinggung soal kesiapan rumah sakit jika nantinya ada pasien yang dinyatakan positif corona. Dari informasi pihak rumah sakit yang ikut pada pertemuan itu, untuk melakukan tindakan medis kepada pasien positif corona, dibutuhkan ruangan isolasi. Selain itu juga dibutuhkan sejumlah kelengkapan salah satunya adalah ketersediaan alat pelindung diri (APD). Ketersediaan APD itu wajib, karena akan menjadi pengaman tenaga medis ketika melakukan penanganan medis terhadap pasien positif corona.Sekedar diketahui jika RSUD Nabire merupakan salah satu dari 132 rumah sakit rujukan yang telah ditetapkan oleh Kemenkes RI. Hal ini dibernarkan oleh Direktur RSUD Nabire, dr. Andreas Pekey, Sp.PD, saat dikonfirmasi melalui telepon oleh media ini. Terkait dengan kebutuhan sarana prasarana rumah sakit untuk melakukan pelayanan terhadap pasien corona, telah diajukan ke pemerintah kabupaten, provinsi dan pusat. Dirinya berharap dalam waktu dekat sudah ada jawaban atas pengajuan tersebut. (ros)