NABIRE – BPS Kabupaten Nabire menggelar Apel Siaga Kabupaten NabireDalam rangka akan digelarnya kegiatan Sensus Penduduk 2020 Wawancara.

Apel yang digelar di halaman Kantor BPS Nabire, Selasa (1/9) kemarin, diikuti pegawai BPS Nabire dan para petugas sensus.

Dikatakan Kepala BPS Nabire saat apel, setiap warga negara harus menyelenggaran Sensus Penduduk minimal 10 tahun sekali.

Hal ini sesuai amanat UU No. 16 tahun 1997 tentang Statistik dan rekomendasi PBB (The United Nation Principles and Recommendatuins for Population and Housing Census Raound 2020). 

Tahun ini ada 54 negara termasuk Indonesia yang akan melakukan sensus penduduk.

“SP2020 menjadi bentuk pengabdian kita untuk menghasilkan data kependudukan valid dan akurat, yang tentunya akan sangat diperlukan dalam penyusunan kebijakan dan perencanaan pembangunan di berbagai bidang,” tuturnya.

Berkenaan dengan Perpres No. 39 tahun 2019 yang telah disahkan Presiden RI mengenai kebijakan Satu Data Indonesia, lanjut dia, kita dituntut dapat menghasilkan data yang padu dan terintegrasi. 

Sehingga diharapkan nantinya tidak ada lagi perbedaan data jumlah penduduk antar lembaga di republik ini.

Oleh karenanya pelaksanaan Sensus Penduduk tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya.

Tahun 2020 ini, merupakan tahun sensus pertama yang menggunakan metode kombinasi.

Yaitu BPS bekerjasama dengan Ditjen Dukcapil dalam penyiapan basis data dasar.

Data dasar yang merupakan data registrasi ini nantinya akan dikombinasi dengan metode wawancara door to door oleh BPS.

“Sebab kita ketahui, bahwa kesadaran untuk melakukan registrasi data kependudukan di masyasrakat masihlah rendah.

Maka tugas kita nanti adalah mencatat seluruh penduduk baik yang telah melakukan registrasi kependudukan maupun yang belum mencatatkan dirinya di Dukcapil.

Mencatat perkembangan setiap keluarga, apakah ada penambahan atau ada pengurangan.

Sehingga diharapkan data yang kita hasilkan nanti benar-benar data yang representatif atau riil,” katanya.

Lebih lanjut dikatakan, kita sudah melewati Sensus Penduduk Online pada bulan Februari hingga Mei lalu.

Hari ini, hingga berakhirnya Bulan September nanti kita akan melaksanakan Sensus Penduduk 2020 Wawancara.

“Apel Siaga SP 2020 ini merupakan momentum yang penting bagi kita semua untuk bersama-sama meluruskan niat dan menyatukan derap langkah untuk mensukseskan Sensus Penduduk 2020.

Kekhawatiran dan ketegangan sudah pasti ada.

Namun, kita harus optimis bahwa dengan persiapan yang begitu matang, kita akan mampu melaksanakan SP2020 sesuai dengan jadwal yang ditentukan, mengatasi permasalahan yang mungkin muncul di lapangan, dan mencapai target yang telah ditetapkan,” paparnya.

235 Petugas DiterjunkanSebanyak 235 petugas sensus akan diterjunkan di seluruh penjuru Nabire untuk mensukseskan Sensus Penduduk 2020 ini.

Petugas sensus ini merupaan ujung tombak BPS, cerminan BPS di mata masyarakat.

Petugas sensus juga merupakan penentu dari kualitas data kependudukan di Nabire ini.

Oleh karena itu diharapkan agar petusa sensus selalu mentaati konsep yang telah diajarkan pada kegiatan pelatihan dan selalu menjaga nama baik BPS dimanapun berada.

“Saya meminta untuk tahap pelaksanaan ini petugas sensus dapat semakin meningkatkan semangat, bangun koordinasi dan komunikasi yang baik dengan responden dan pihak terkait.

Sehingga jika muncul permasalahan bisa segera diselesaikan.

Pastikan bawha petugas lapangan betul-betul bekerja dengan menunjukkan profesionalitas dan integritas tinggi.

Aspek administrasi juga harus tetap kita perhatikan.

Jangan sampai karena kelalaian kita, sehingga menjadi teman BPK,” harapnya.

Lebih jauh disampaikan, informasi melalui berbagai media menyebutkan jika WHO menyatakan Covid-19 ini tidak akan hilang.

Meski sering didengar vaksinnya sedang dikembangkan tetapi sampai saat ini belum ada kepastian kapan akan diperoleh.

Dengan kondisi ini, lanjutnya, kita tidak mungkin terus berdiam diri tanpa melakukan apa-apa.

Di masa pandemi Covid-19 seperti sekarang ini telah memaksa kita untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan dengan cara yang tidak biasa.

“Petugas sensus telah kami bekali dengan Alat Pelindug Diri (APD) untuk melaksanakan pendataan nanti di lapangan.

Kemudian juga telah melakukan rapid test untuk memastikan bahwa kegiatan ini tidak menambah risiko penyebaran Covid-19 di Nabire.

Maka kami berpesan kepada seluruh petugas, agar selalu mentaati protokol kesehatan yang telah ditetapkan pemerintah.

Mari kita jaga diri kita, kita jaga keluarga kita dan kia jaga masyarakat dari Covid-19.

Gunakan perlengkapan APD yang telah diberikan dengan baik, serta menjaga jarak dengan responden ketika melakukan wawancara,” paparnya.

Dituturkan, Sensus Penduduk 2020 Wawancara ini adalah untuk menyempurakan data kependudukan kita.

Para petugas sensus yang akan menentukan baik buruknya kualitas data kependudukan kita.

“Mohon dilaksanakan dengan penuh semangat dan tanggung jawab.

Sebab petugas sensis akan turut berjasa untuk pembangunan kabupaten tercita ini,” tuturnya. (wan/ros)