Bupati Mesak Magai Tata Ulang Taman Gizi, Panggung Lama Dibongkar dan Pedagang Mulai Beraktivitas Senin
Bupati Nabire Mesak Magai mengatakan, pembongkaran panggung dan tembok tersebut dijadwalkan mulai Jumat (18/9/2026).

NABIRE — Pemerintah Kabupaten Nabire mulai melakukan penataan ulang kawasan Taman Gizi dengan membongkar panggung lama yang berada di bagian dekat laut beserta tembok pembatasnya. Langkah ini dilakukan untuk membuka pandangan langsung ke laut sekaligus menjadikan Taman Gizi lebih menarik sebagai ruang publik dan kawasan wisata masyarakat.
Bupati Nabire Mesak Magai mengatakan, pembongkaran panggung dan tembok tersebut dijadwalkan mulai Jumat (18/9/2026). Setelah dibongkar, pemerintah daerah akan menata kawasan tersebut sehingga pemandangan laut dari Taman Gizi menjadi lebih terbuka.
“Besok kami akan runtuhkan panggung di Taman Gizi yang bagian dekat laut beserta temboknya. Kami pemerintah daerah akan tata view laut, sehingga orang yang berwisata bisa melihat laut secara langsung dan menarik,” kata Mesak saat ditemui awak media di Aula Wicaksana Lagawa Polres Nabire, Kamis (17/9/2026).
Menurut Mesak, rumah panggung lama yang selama ini berada di kawasan tersebut akan dibongkar karena dinilai menghalangi pandangan ke arah laut. Penataan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memperbaiki wajah kawasan Taman Gizi agar dapat dimanfaatkan secara lebih terbuka oleh masyarakat.
Seiring dengan penataan kawasan tersebut, Pemkab Nabire memastikan pedagang yang akan dipindahkan ke Taman Gizi dapat mulai beraktivitas pada awal pekan depan. "Mulai hari Senin, mereka bisa beraktivitas di Taman Gizi,” ujarnya.
Dengan demikian, aktivitas perdagangan di lokasi baru tersebut diharapkan dapat segera berjalan, sementara pemerintah secara bertahap melakukan pembenahan fasilitas dan lingkungan di kawasan Taman Gizi. Penataan ini juga menjadi bagian dari kebijakan Pemkab Nabire dalam mengatur kembali aktivitas pedagang dan pemanfaatan ruang publik agar lebih tertib, sekaligus memberikan ruang bagi masyarakat untuk menikmati kawasan pesisir.
Mesak mengatakan, setelah penataan Taman Gizi, pemerintah daerah juga akan melanjutkan penertiban kawasan di belakang pertokoan, khususnya lahan yang berada di antara kantor kelurahan dan Masjid Baitur Rahman Oyehe.
Ia menegaskan, lahan tersebut merupakan aset Pemerintah Kabupaten Nabire sehingga pemanfaatannya akan ditata kembali. Penataan kawasan tersebut diharapkan dapat mengoptimalkan pemanfaatan aset daerah sekaligus mencegah penggunaan lahan yang tidak sesuai dengan peruntukannya.
Untuk mendukung penataan Taman Gizi, Pemkab Nabire juga menyiapkan kawasan terminal sebagai lokasi parkir kendaraan pengunjung. Menurut Mesak, kawasan terminal saat ini masih cukup lengang karena aktivitas angkutan umum yang sebelumnya menggunakan lokasi tersebut sudah berkurang.
Terminal tersebut sebelumnya menjadi tempat aktivitas angkutan dengan sejumlah jurusan, di antaranya Samabusa, Lagari, Kalisusu dan Karang Tumaritis. Namun, berkurangnya jumlah taksi angkutan umum membuat sebagian kawasan terminal tidak lagi dimanfaatkan secara maksimal. Karena itu, pemerintah melihat kawasan tersebut dapat dimanfaatkan sebagai kantong parkir bagi pengunjung Taman Gizi.
Skemanya, kendaraan pengunjung tidak seluruhnya diarahkan masuk dan memenuhi kawasan Taman Gizi. Kendaraan dapat diparkir di kawasan terminal, sementara Taman Gizi difokuskan sebagai ruang publik, tempat pedagang beraktivitas dan lokasi masyarakat menikmati kawasan pesisir.
Terkait rencana penerapan retribusi parkir, Mesak membenarkan bahwa pemerintah daerah akan memberlakukannya. Namun, penerapannya masih akan dibahas lebih lanjut. Pembahasan tersebut mencakup mekanisme pemungutan, penentuan titik parkir, pengelolaan serta penataan kawasan agar penerapan retribusi tidak mengganggu fungsi Taman Gizi sebagai ruang publik.
Penataan Taman Gizi dengan membuka akses visual ke laut, menyediakan ruang aktivitas pedagang, serta menyiapkan kantong parkir menjadi bagian dari rencana Pemkab Nabire untuk membangun kawasan yang lebih tertib sekaligus memiliki daya tarik bagi masyarakat dan pengunjung. (amd)
Bagikan artikel ini



