NABIRE - Dalam rangka mempererat sinergitas tugas Polri dan Wartawan, Kapolres Nabire AKBP Samuel D. Tatiratu, S.I.K, menggelar ‘Coffee Morning’ bersama Insan Pers selaku Mitra Polres Nabire, Kamis (20/02/25) pukul 10.00 WIT bertempat di Aula Wicaksana Laghawa Polres Nabire.

Dalam ‘Coffee Morning’ Kapolres Nabire dan Insan Pers di Nabire ini, dihadiri puluhan wartawan dari berbagai media, baik cetak maupun elektronik.  

Dalam kesempatan itu, Kapolres Nabire, Samuel Tatiratu mengatakan, wartawan adalah mitra Polri yang tidak bisa dipisahkan, karena wartawan maupun Polri dalam menjalankan tugasnya hampir-hampir mirip, karena wartawan memerlukan data yang akurat untuk menjadi bahan berita, yang nantinya akan disebar ke publik.

“Pada prinsipnya teman-teman wartawan punya hak untuk menulis atau memberitakan di media masing-masing, tetapi perlu juga teman-teman sebelum menaikkan sebuah pemberitaan tersebut, wajib ditelusuri benar dan tidaknya berita tersebut. Karena apa, jika berita yang dikonsumsi oleh publik itu ternyata hoax, berarti teman-teman juga sudah termasuk dalam menyebar hoax kepada masyarakat. Intinya konfirmasi dulu kepada pihak yang perlu dimintai keterangan, sehingga berita itu benar-benar berimbang,” ungkapnya.

Sementara itu, salah satu Wartawan Nabire, Rheiner Windesi memberikan apresiasi kepada Kapolres Nabire yang saat ini tidak alergi dengan wartawan, justru dirinya melihat, Kapolres Nabire memberikan ruang yang sebesar-besarnya kepada teman-teman wartawan untuk meliput maupun menginformasi terkait berita-berita kejadian di wilayah hukum Polres Nabire dan sangat terbuka.

Wakil Kepala Kepolisian Resor Nabire, Kompol Sofyan C. Samakori menambahkan, pihak Polres Nabire selalu terbuka dalam memberikan informasi kepada teman-teman wartawan. Sehingga, harapan kepada para wartawan yang ada di Nabire untuk bersama-sama sebagai mitra Polri bersinergi dalam memajukan Nabire melalui informasi-informasi yang akurat dan terpercaya.

“Selama ini kita lihat banyak masyarakat berkendara tidak memakai helm, jelas itu melanggar aturan. Tetapi, sebagai wartawan juga perlu mengetahui akar penyebab persoalan ini yang membuat warga masyarakat ketika berkendara tidak memakai helm. Sehingga, dari pengamatan, kemudian dari penelusuran teman-teman wartawan, bisa menjadi sebuah masukan bagi Polres Nabire, terlebih khusus kepada pemerintah daerah. Karena apa, kebiasaan tidak memakai helm ini, terus-terus saja terjadi. Mari kita sama-sama cari solusi bagaimana caranya untuk semua masyarakat bisa menciptakan tertib berlalu lintas di Kabupaten Nabire,” pungkasnya.(cad)