Corona Ini Seperti Suanggi
NABIRE – Corona ini seperti Suanggi. Hari ini, tidak ada tetapi besok bisa ada. Virus corona bisa muncul kapan saja. Juru Bicara Gugus
NABIRE – Corona ini seperti Suanggi.
Hari ini, tidak ada tetapi besok bisa ada.
Virus corona bisa muncul kapan saja.
Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Nabire, dr Frans Sayori menjuluki Corona sebagai suanggi dalam rapat pembahasan rute maskapai penerbangan dan penambahan dua jalur baru, Timika dan Biak di Ruang Rapat Sekda Nabire, Selasa (4/8) dipimpin Sekda Nabire Daniel Maipon didampingi Ketua Harian Gugus Tugas Covid-19, Victor Fun.
Sayori menjuluki corona sebagai suanggi dengan mencontohkan, saat pemeriksaan awal, seseorang bisa hasil rapid tes negatif tetapi diperiksa kedua kalinya bisa reaktif.
Juru bicara ini mencontoh, kasus beberapa penumpang dari luar Nabire yang masuk ke Nabire, di tempat asal hasil rapid tes negatif, tetapi setelah diperiksa di Nabire, ternyata hasilnya reaktif.
Oleh sebab itu, Sayori mengingatkan, kalaupun hasil pemeriksaan di tempat asal negatif tetapi ketika tiba di tempat tujuan, hasilnya bisa reaktif.
“Virus corona ini seperti suanggi,” tuturnya mengundang peserta rapat tertawa.
Dokter penuh humoris ini mencontoh demikian karena, beberapa penumpang yang datang ke Nabire, hasil pemeriksaan di tempat asal negatif tetapi ketika di rapid tes di Nabire ternyata reaktif.
Ketika ditanya, temuan kasus positif terbaru, usai rapat dr Sayori mengungkap ditemukan 15 kasus.
Temuan 15 kasus tersebut, ditemukan diantara aparat yang rolling tugas ke Meepago, 3 orang terdeteksi positif aparat yang ditugaskan di Nabire, 4 orang ditugaskan ke Kabupaten Paniai dan 8 orang lagi untuk penugasan di Kabupaten Deiyai.
Dokter Sayori meminta masyarakat untuk tidak takut dan panik karena 15 anggota yang positif corona semuanya ada di Nabire.
Mereka ini ditugaskan dari Jakarta, datang dari Jayapura.
Juru Bicara Gugus Tugas ini menyebut 15 anggota positif corona tersebut, 4 orang sedang menjalani perawatan insentif di rumah sakit dan 8 orang lainnya sedang diisolasikan di Diklat Nabire.
Oleh sebab itu, ia meminta masyarakat untuk tidak gelisah, karena dari temuan kasus corona, tidak ada kasus untuk orang asli Papua (OAP) khususnya masyarakat di wilayah Meepago.(ans)
Bagikan artikel ini



