Covid Meningkat, MPLS Tidak Diijinkan
NABIRE – Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nabire, Yulianus Pasang, S.Pd,M.Pd meminta semua jenjang satuan Pendidikan SMP, SMA dan SMK
NABIRE – Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nabire, Yulianus Pasang, S.Pd,M.Pd meminta semua jenjang satuan Pendidikan SMP, SMA dan SMK agar tidak melaksanakan kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi murid baru.
Alasan dilarangnya MPLS bagi murid baru di jenjang satuan pendidikan SMP, SMA dan SMK, karena ditemukan adanya peningkatan jumlah pasien Covid-19 yang menyebar di Kabupaten Nabire. Sehingga selaku kepala dinas melarang dilaksanakannya kegiatan MPLS maupun pra MPLS.
Disinggung soal awal pembukaan tahun pelajaran yang semakin dekat pada pekan depan, kepala dinas mengatakan, untuk KBM di awal tahun pelajaran 2021/2022 dipastikan akan berjalan sesuai kalender pendidikan.
Sedangkan diketahui berdasarkan jadwal dari beberapa sekolah yang dipantau langsung oleh awak media ini, mulai terhitung Senin tanggal 4 hingga 7 Juli disepakati untuk kegiatan pra MPLS, sementara mulai dari tanggal 8 hingga 10 Juli kegiatan MPLS.
Dan kegiatan KBM di awal tahun pelajaran 2021/2022 akan dibuka secara nasional dan berdasarkan kalender pendidikan nasional akan dibuka pada tanggal 12 Juli tahun 2021. Sehingga antara kegiatan MPLS dan pembukaan awal tahun pelajaran sangat dekat.
Sehingga diharapkan kepada semua dari jenjang satun pendidikan SD hingga SMA dan SMK yang ada di Kabupaten Nabire, agar pada awal tahun pelajaran diwajibkan untuk memakai makser, menjaga jarak dan mencuci tangan di saat berada di sekolah.
Untuk itu diharapkan kepada semua sekolah yang berada di Kabupaten Nabire, terutama yang berada di Distrik Nabire, Teluk Kimi, Makimi, Nabire Barat, Wanggar dan Uwapa diwajibkan memasang atau menyiapkan tempat air cuci tangan bagi guru dan murid.
Sebab dipastikan pada awal pembukaan tahun pelajaran, dimana semua sekolah sudah melaksanakan proses KBM, selaku kepala dinas akan turun lansung ke semua sekolah. Guna melihat dari dekat penyiapan air cuci tangan di sekolah yang berada di 6 distrik.
Sementara bagi sekolah SD, SMP, SMA dan SMK yang berada di daerah tertinggal, terluar dan terpencil diharapkan untuk tetap membuka kegiatan KBM di awal tahun pelajaran sesuai ketentuan kalender pendidikan dengan tetap mematuhi protokol kesehatan. (des)
Bagikan artikel ini



