NABIRE - Telah kita ketahui bersama, bahwa wabah Virus Corona atau Covid-19 telah mendunia dan kita masyarakat Kabupaten Nabire dan hingga kini sudah terhitung 1 tahun menyebar dimana–mana.

Sehingga selain itu guru dan murid diwajibkan menjaga protokol kesehatan dan ketentuan lain wajib memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan saat keluar rumah maupun pulang.

Sebab berdasarkan data tim gugus Covid-19 Kabupaten Nabire, secara khusus pasien Covid-19 yang telah meninggal 5 orang diantaranya merupakan guru-guru kita yang telah lama mengabdi di daerah ini.

Demikian dikatakan Kepala SMPN 8 Nabire Atu Talantan, S.Pd kepada Papuapos Nabire, Sabtu (27/2), di ruang kerjanya seraya menambahkan, jika guru telah melaksanakan rapid tes anti gen, maka guru itu sudah menyelamatkan banyak orang.

Sehingga di tengah pandemi Covid-19 ini guru wajib hadir sebagai orang yang memberikan contoh kepada murid di sekolah, akan tetapi juga bagi masyarakat dimana guru itu tinggal atau berada.

Bagi guru yang telah melaksanakan atau mengikuti rapid tes antigen, bukan berarti kita sudah sehat, tetapi wajib memberikan contoh dengan harapan mengikuti protokol kesehatan.

Sebab berdasarkan informasi lewat berbagai macam media cetak dan elektronik, wabah corona semakin merajalela dimana–mana penyebarannya, sehingga guru diharapkan tetap sehat.

Dan berdasarkan hasil rapid bagi 13 guru SMPN 8 Nabire yang dilakukan pada tanggal 24 Februari 2021 hasilnya non reaktif, dengan demikian kegiatan belajar tatap muka tetap berjalan, walaupun waktunya dibatasi.(des)