CV. Viduma Indah Sudah Selesaikan 100 % Pembangunan Puskesmas Wanggar
NABIRE – CV. Viduma Indah sebagai pihak ketiga (kontraktor) yang membangun Puskesmas Keperawatan Wanggar Sari SP B, telah menyelesaikan pembangunan 100% sesuai dengan kontrak pekerjaan. Hal ini ditegaskan oleh Direktris CV. Viduma Indah, Martina Burdam saat bertandang ke redaksi Papuapos Nabire untuk mengklarifikasi komentar hingga aksi warga yang menyatakan pembangunan belum mencapai 100%.

NABIRE – CV. Viduma Indah sebagai pihak ketiga (kontraktor) yang membangun Puskesmas Keperawatan Wanggar Sari SP B, telah menyelesaikan pembangunan 100% sesuai dengan kontrak pekerjaan. Hal ini ditegaskan oleh Direktris CV. Viduma Indah, Martina Burdam saat bertandang ke redaksi Papuapos Nabire untuk mengklarifikasi komentar hingga aksi warga yang menyatakan pembangunan belum mencapai 100%.
“Kami (CV. Viduma Indah, red) sudah kerja 100 persen dari sesuai kontrak. Kami sudah bekerja semaksimal mungkin dengan waktu pelaksanaan yang ada,” tegas Direktris CV. Viduma Indah, Martina Burdam.
Hal senada juga disampaikan staf dari CV. Viduma Indah, Frederich Irjayanto. Dirinya mengatakan baru saja dilakukan pertemuan dengan pihak-pihak terkait di Distrik Wanggar untuk mengklarifikasi anggapan warga yang menyebutkan pembangunan Puskesmas belum selesai 100 persen, seperti diberitakan media ini sebelumnya.
Lebih lanjut dikatakan Frederich Irjayanto, waktu itu saat penandatanganan kontrak, setelah dihitung ulang ternyata banyak kekurangan volume. Hal ini terjadi karena terjadi salah hitung yang dilakukan oleh konsultan perencanaan yang berasal dari Jayapura.
“Tadi dari konsultan pengawas sudah sampaikan ada salah hitung awal oleh konsultan perencanaan. Satu meter persegi itu harusnya membutuhkan batu merah paling tidak 65 biji tapi yang dihitung 20 biji. Jumlah ini jika dikalikan sekian ribu meter persegi akan banyak sekali selisihnya,” ujar dia kepada media ini.
Karena terjadinya salah hitung dan berimbas banyak kekurangan volume, maka dibuatlah addendum kontrak atau Contract Change Order (CCO). Addendum kontrak itu dibuat tambah kurang volume.Volume apa yang ditambah otomatis mengurangi volume lain.
“Karena diutamakan bangunan fisiknya maka beberapa bagian seperti rabat, saluran luar dalam, keramik lantai dua, dihilangkan atau tidak ada dalam konktrak yang harus dikerjakan,” katanya.
Saat pertemuan tadi, kata Frederich, telah ditunjukkan addendum kontrak dan akhirnya para pihak yang ikut hadir pada pertemuan menjadi paham. Sementara untuk hasil pekerjaan yang dianggap kurang rapi ini karena masa pelaksanaan yang relatif singkat, hanya 4 bulan.
“Kami sudah kerja semaksimal mungkin, kalau ada kurang rapi sedikit harap dimaklumi. Soal ada yang bocor maupun ada yang retak, karena masih masa pemeliharaan, kami masih bertanggung jawab untuk memperbaiki,” tuturnya.
Dirinya kembali menegaskan jika CV. Viduma Indah sudah mengerjakan pembangunan Puskesmas ini mencapai 100 persen sesuai dengan addendum kontrak yang ada.
“Terhadap hasil pekerjaan ini pun kami sudah diperiksa oleh BPK, sudah diukur, sudah dicek semua dan tidak ada masalah. Hanya kita kerjanya sempat melewati tahun anggaran, jadi kita sudah dikenakan sanksi atau denda karena sempat lewat waktu,” tambahnya.
Lebih lanjut dikatakan, pada saat pertemuan di Kantor Distrik Wanggar kemarin, sejumlah peserta pertemuan juga sempat mengusulkan kepada Kepala Dinas Kesehatan Nabire agar mengupayakan penambahan anggaran agar saluran luar bisa dikerkakan. Karen ajika tidak ada saluran, pasti air hujan maupun air dari kamar mandi tidak tersalurkan dengan baik.
“Tadi saat pertemuan, semua pihak terkait saya hadirkan seperti pihak konsultan, Dinas Kesehatan, perwakilan warga, kepala distrik, kepala kampung, perwakilan dari DPRD Nabire. Supaya jelas dan tidak ada pencemaran nama baik dari masalah ini,” ujarnya.
Masih menurut Frederich Irjayanto, di waktu yang lalu sempat terjadi kesalahan dalam menghitung oleh konsultan perencanaan dan berimbas kepada kontraktor yang mengerjakan proyek ini. Saat pertemuan dari konsultan pengawas sudah menyampaikan perihal ini. Kesalahan dalam menghitung oleh konsultan perencanaan itu akhirnya berimbas terjadinya addendum kontrak, terjadilah tambah kurang volume.
“Konsultan perencana bukan dari Nabire tapi dari Jayapura. Kami sudah sempat undang pada saat rapat pertama setelah tanda tangan kontrak, setelah ketahuan ada kekurangan-kekurangan volume. Sudah kami undang, di depan kepala dinas, konsultan pengawas, dan inspektorat hadir pada saat itu. Dan mereka mengakui jika ada kekurangan-kekurangan itu,” paparnya.
Hal senada juga dikatakan Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Nabire, Silas Elias Numobogre, S.Kep.Ns., M.Kes. Saat dikonfirmasi Papuapos Nabire melalui sambungan telepon, dirinya mengatakan baru saja menggelar pertemuan dengan para pihak untuk menjelaskan persoalan sebenarnya terkait pembangunan Puskesmas di Wanggar itu.
“Ini saya baru selesai ikut pertemuan di Kantor Distrik Wanggar bersama para pihak terkait soal pembangunan Puskesmas yang ada kesalahpahaman. Saat pertemuan tadi itu dijelaskan soal pekerjaan pembangunan olah pihak kontraktor yang disampaikan pekerjaan sudah selesai 100 persen. Soal kekurangan yang seperti disampaikan oleh warga itu ternyata tidak ada dalam RAB kontrak jadi pihak kontraktor tentu tidak mengerjakannya. Contoh macam rabat, saluran pembuangan dan lainnya itu tidak ada dalam RAB dan penjelasan rinci itu terlihat di addendum kontrak yang dibuat,” paparnya.
Sementara terkait ada hasil pekerjaan yang perlu dilakukan pemeliharaan, kata dia, pihak kontraktor siap untuk melakukan pemeliharaan terhadap hasil pekerjaan yang sudah dilakukan.
“Jadi dari pihak kampung, kepala distrik, Bamuskam, mereka nanti setelah kontraktornya turun kerja pemeliharaan, mereka lihat, setelah itu baru mereka akan klarifikasi di media bahwa pekerjaan sudah dikerjakan,” tambah Kepala Dinas Kesehatan Nabire.
Seperti diberitakan sebelumnya, warga kampung yang berada di Distrik Wanggar pada Jumat (15/7/22) lalu sempat melakukan aksi pemalangan terharap gedung Puskesmas di Kampung Wanggar Sari. Aksi ini sebagai wujud protes terhadap pembangunan Puskesmas yang dinilai oleh warga belum selesai 100 persen. Dan setelah diklarifikasi oleh pihak kontraktor, ternyata pembangunan Puskesmas itu telah dikerjakan 100 persen. (ros)
Bagikan artikel ini



