Dana Bukan Ukuran, SMA Unggulan Pasti Dibangun Bertahap
NABIRE - Sebagai tokoh Politik dan Masyarakat Yulian Jap Marey mengatakan, dana bukan menjadi ukuran, tetapi dengan semangat dan tekadt serta semangat yang tinggi dapat dipastikan secara bertahap SMA Unggulan Wilayah Adat Meepago di Nabire akan diselesaikan sesuai harapan G
Bagikan
NABIRE - Sebagai tokoh Politik dan Masyarakat Yulian Jap Marey mengatakan, dana bukan menjadi ukuran, tetapi dengan semangat dan tekadt serta semangat yang tinggi dapat dipastikan secara bertahap SMA Unggulan Wilayah Adat Meepago di Nabire akan diselesaikan sesuai harapan Gubernur Provinsi Papua, karena bukan SMA Unggulan Meepago saja yang dibangun akan tetapi ada 5 SMA unggulan akan dibangun pada 5 wilayah adat.
Untuk itu, pada pembangunan jalan masuk ke lokasi SMA unggulan sepanjang 300 meter dan pembersihan dua lokasi SMA Unggulan, dimana lokasi pertama dengan ukuran tanah seluas 12 Hektar dan lokasi kedua seluas 7 Ha dapat dikerjakan secara swadaya, namun dengan harapan SMA Unggulan hadir untuk menjawab ketertinggalan pembangunan di Papua.Sehinggga jalan masuk telah digusur dan kini tinggal penimbunan serta pengerasan, namun terkendala soal dana kini sudah 5 hari tidak dilakukan pekerjaan lagi. Sebab dana yang selama ini digunakan dari dana hasil penjualan Incam Kampung berupa penjualan Batu dan Pasir di Kali Kimi serta dukungan Bahan Bakar Minyak (BBM) dari Peter Nursalim, PT Dewa Pusaka Krisna dan dukungan alat berat dari PT IPP Nabire.Demikian dikatakan Jap Marey kepada Papuapos Nabire, Jumat (24/3) ,di kediamannya yang terletak di Kampung Nusantara Kimi seraya menambahkan, jalan masuk ke lokasi pembangunan SMA Unggulan di bangun 2 jalan yakni jalan masuk dari wilayah barat dan jalan masuk dari wilayah Utara, sehingga total jalan masuk kurang lebih 1 kilometer.Sehingga dengan keterbatasan bukan menjadi hambatan atau ukuran, katanya, akan tetapi dengan semangat yang tinggi diharapkan pasti secara bertahap SMA Unggulan Wilayah Adat Meepago dibangun. “Saya akan bekerja terus sambil menunggu uluran tangan dari pemerintah soal dana untuk kelanjutan pembangunan,” ucapnya.Menurut Yap Marey, untuk memajukan pembangunan di Papua agar maju sama dengan daerah lain, hanya bisa diawali dengan pendidikan. Sebab diharapkan dengan pendidikan kita akan mendidik dan mencerdaskan anak-anak Papua yang pintar, cerdas dan disiplin serta rasa takut kepada Tuhan, karena kedepan anak-anak Papua yang cerdas akan memunculkan inovasi baru untuk bangun Papua.Untuk itu, diharapkan dengan pembangunan SMA Unggulan berpola asrama ini, akan mendidik anak-anak untuk selalu menghargai waktu yang Tuhan berikan bagi manusia untuk mengerjakan sesuatu yang berguna, sehingga dari waktu 24 jam itu anak sudah diatur untuk belajar dan disiplin yang tinggi terhadap waktu. (des)
Bagikan artikel ini



