NABIRE - Dari 81 murid SD YPK Ottow Geisller Goni, Distrik Teluk Umar, ditemukan hanya 4 murid yang memiliki Nomor Induk Kependudukan (NIK) pada Kartu Keluarga (KK) orang tuanya. Sementara selebinya hingga saat ini belum memiliki NIK.

Hal ini membuat Kepala SD YPK Ottow Geisller harus bolak–balik kantor Dinas Pendidikan guna melaporkan hal ini dan bisa ada solusinya. Sebab selaku kepala sekolah bersama dewan guru menginginkan adanya data administrasi murid yang lengkap.  Agar tidak menghambat anak-anak saat dimasukan pada data peserta ujian saat sudah berada di kelas VI SD.

Selain itu juga dirinya berharap ada perhatian langsung dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Nabire.  Sebab generasi SD YPK Ottow Geisller juga menjadi harapan masa depan kita semua.

“Anak–anak ini merupakan generasi masa depan yang harus diperhatikan. Sebab dalam laporan Dapodik dari setiap murid perlu sekali dicantumkan data semua murid guna dilaporkan secara online dan terakhir anak punya hak diusulkan menjadi peserta ujian akhir,” kata Kepala Sekolah SD YPK Ottow Geisller Goni Distrik Teluk Umar, Oktofina Linda Elsa Nuboba, S.Pd kepada Papuapos Nabire, Senin (29/3). Dikatakan, dengan data murid atau peserta didik yang kurang lengkap dari sisi kependudukan ini, membuat guru tidak tinggal diam. Tetapi terus membangun komunikasi dengan kepala Kampung Goni, Dinas Pendidikan dan Dukcapil Kabupaten Nabire.

Karena pihaknya mengingin mulai dari SD, seluruh biodata dari seluruh anak yang ada di SD YPK Ottow Geisller Goni sudah harus lengkap.  Agar di masa mendatang anak lanjutkan pendidikan tanpa ada hambatan atau masalah soal data diri.

Dan guna menjawab semua ini, selaku kepala sekolah dan guru harus mengeluarkan biaya yang sangat besar yang diambil dari gajinya demi anak–anak tanpa ada dukungan biaya operasional dari pemerintah daerah. (des)