NABIRE - Dekenat Teluk Cenderawasih Keuskupan Timika mengadakan kegiatan pelatihan database dan pemetaan pastoral. Kegiatan dilaksanakan selama empat hari, dimulai Senin (3/5/21) hingga Kamis (6/5/21). Kegiatan dipusatkan di aula Paroki Kristus Sahabat Kita Nabire. 

Diawali dengan pembukaan perayaan misa singkat dipimpin oleh Pastor Paroki KSK Bukit Meriam Nabire.

Dekenat Teluk Cenderawasi Keuskupan Timika ada enam dekenat diantaranya, Dekenat Mimika Agimuka, Dekenat Teluk Cenderawasih, Dekenat Moni Puncak Jaya, Dekenat Kamuu Mapia, Dekenat Paniai dan Dekenat Tigi.

Turut hadir saat kegiatan itu, Paroki KSK Bukit Meriam Nabire, Paroki Kristus Raja Malompo Siriwini Nabire, Paroki Santo Yosep Nabire Barat, Paroki Santo Antonius Bumiwonorejo Nabire, Paroki Bunda Maria Serui dan Paroki Kerahiman Ilahi Biak. 

Diawali dengan masing-masing badan pengurus gereja saling mengenal antara satu sama lain maju di depan memperkenalkan indetitas dirinya kepada sesama yang lain.

Administrator Diasosesan Keuskupan Timika, Pastor Mahter Kuayo, Pr dalam arahan singkat mengatakan, tungku api keluarga yang digagas oleh Uskup almarhum Mrg. Jhon Philip Saklil, Pr, menyampaikan kepada kita bahwa tungku api dalam keluarga merupakan simbol satu tungku api keluarga bersatu, bersama, dalam persekutuhan Allah. Tungku api selalu mengajak umat bagaimana saya melindungi, bagaimana saya memelihara, bagaimana saya mengelola, bagaimana saya merawat dan lain sebagainya. 

“Dengan demikian tugas kita adalah bagaimana saya melindungi umat saya di dalam keluarga, kombas dan Paroki, bagaimana saya mengajak umat merangkum semua ikut masuk dalam gereja setiap hari Minggu misa dapat mengikuti sebagaimana seperti biasanya.  Dan mengelola database umat yang baik dan benar melalui aplikasi baik itu data base umat di kombas maupun di database umat di Paroki Pastor Paroki dan Dewan Paroki harus bekerja sama untuk menyelamatkan domba-domba yang ada dalam di Paroki itu dengan terarah, terukur dan terampil yang baik dan benar lalu bisa melaporkan keuskupan,” paparnya.

Diharapkan kepada kita semua sebagai tugas berat yang diemban kepada kita harus kita laksanakan.  Karena pendataan umat di kombas lapor kepada Paroki dan Paroki akan melanjutkan laporan keuskupan dan setian tahun hingga Pastor dan Dewan harus kerja sama yang baik untuk meranggum, pengumpul dan mengelola data umat yang valid disitulah bias laopran keuskupan.

“Saya selakuuUskup sementara ini pemetaan antar Paroki satu dengan Paroki yang lain sama sekali tidak tahu hingga diharapkan kepada kita semua dan pada umumnya, Pastor Paroki dan Dewan Paroki harus bekerja pro aktif yang baik agar kedepan pemetaan batas antar Paroki itu jelas. Disitulah kita sudah tahu wilayah pelayanan kerja kita.  Sehingga mohon diharapkan hal itu musti kita kerja serius supaya kedepan tidak terjadi masalah lagi diantara kita dapat menjaga, melindungi, memelihara dan kerja sama yang baik dan benar untuk menyelamatkan domba-domba kita yang diduduki atau menempati posisi kombas atau Paroki yang jelas,” pungkasnya. (modes)