NABIRE - Demi menjawab 5.134 Pencari Kerja (Pencaker) asal Kabupaten Nabire yang telah terdaftar dan memiliki kartu putih Pencaker di Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Nabire semenjak tahun 2019 lalu hingga awal tahun 2020.Maka Kepala Disnarkertrans Kabupaten Nabire Anton Pekey, S.Sos kembali mengajukan proposal tahap II yang ditujukan langsung kepada Menteri Tenaga Kerja (Mentraker) Republik Indonesia di Jakarta.Dimana pada proposal tahap pertama telah diajukan pada tahun 2019 silam, akan tetapi tidak ada jawaban dan kini proposal tahap II dapat diajukan kembali dengan tujuan yang sama, sehingga kini pihaknya tinggal meminta disposisi dari Bupati Kabupaten Nabire.Demikian dikatakan Anton Pekey, S.Sos kepada Papuapos Nabire, Selasa (25/2), di ruang kerjanya seraya menambahkan, tidak dijawabnya proposal tahap pertama oleh Pemerintah Pusat, bukan berarti dirinya mundur bersama staf, akan tetapi kini pihaknay sudah buat proposal tahap II untuk diajukan kembali ke pemerintah pusat.Karena perjuangan proposal yang kami ajukan ini demi generasi bangsa yang ada di daerah ini, termasuk generasi Pencaker yang ada di wilayah adat Meepago, sehingga kedepan harus ada pembangunan gedung Balai Latihan Kerja (BLK) termegah, terbesar dan terlengkap di Kabupaten Nabire bagi masyarakat Meepago.Dari 5.134 Pencaker ini terdiri dari 2.278 Pencaker asli Papua dan 2.856 Pencaker non Papua dan ini baru data Pencaker asal Nabire belum lagi dihitung dengan Pencaker lain asal wilayah adat Meepago.Untuk itu, selaku pribadi Anton Pekey bersama staf hadir untuk memberikan pelayanan yang maksimal bagi para Pencaker, namun untuk saat ini masih dalam tahap perjuangan yang belum dijawab oleh pemerintah pusat.Dan sesuai dengan program kerja Disnakertrans Kabupaten Nabire dalam waktu dekat ini akan mengirim 20 oramg Pencaker untuk mengikuti pelatihan di BLK Kota Sorong Provinsi Papua Barat yang dibagi dalam 8 kejuruan guna para Pencaker mendapatkan ilmu dan kembali membangun dirinya.(des)