Dewan Adat: Pabrik Kelapa Sawit Perwujudan Ekonomi Masyarakat
NABIRE - Ketua Dewan Adat Papua Kabupaten Nabire Herman Sayori memberikan pesan dan kesan pada sosialisasi dalam rangka pembangunan pabrik k
Bagikan
NABIRE - Ketua Dewan Adat Papua Kabupaten Nabire Herman Sayori memberikan pesan dan kesan pada sosialisasi dalam rangka pembangunan pabrik kelapa sawit PT. Nabire Baru dibawa sorotan tema “Membangun Ekonomi Rakyat Melalui Perkebunan Kelapa Sawit”, Jumat (26/1), bertempat di Matoa Lounge PT. Nabire Baru Kampung Wami Distrik Yaur mengatakan, kelapa sawit adalah sebuah paket dan sebuah mimpi yang tertunda. Artinya ketika tidak ada pabrik untuk mengelola kelapa sawit untuk apa menanam kelapa sawit. Kerinduan yang tertunda adalah pada tanggal 24 Januari 2018 lalu ada sebuah perwujudan kehadiran PT. Nabire Baru untuk mensejahterakan rakyat dalam bidang perekonomian melalui pembangunan pabrik kelapa sawit. Katanya, perbedaan adalah anugerah Tuhan, Nabire harus bangga karena sebentar lagi Nabire akan mempunyai pabrik kelapa sawit, perkebunan kelapa sawit merupakan aset daerah dan aset adat. Apa yang menjadi hak dari masyarakat adat berikan kepada masyarakat pemilik hak ulayat, apa yang menjadi hak peruahaan berikan kepada perusahaan, sehingga semua dapat berjalan dengan baik demi kemajuan perekonomian bagi pemilik hak ulayat baik Suku Wate maupun Suku Besar Yerisiam Gua. Sementara itu, Kepala Suku Wate Alex Raiki mengatakan, apapun yang akan dibuat oleh pihak perusahaan pasti sudah dipikirkan lebih awal sebelum hal tersebut dilakukan. Dan proses manajemennya sudah dilakukan secara baik dan pasti tidak akan merugikan masyarakat. Kata Alex, berdirinya sebuah pabrik kelapa sawit di Kabupaten Nabire bukan karena tanpa alasan. Akan dibangunnya pabrik kelapa sawit oleh PT. Nabire Baru supaya hasil sawit yang telah ditanam selama ini bisa dikelola dan menghasilkan uang bagi masyarakat. “Banyak tantangan yang dihadapi PT. Nabire Baru selama ini, tetapi GM PT. Nabire Baru masih tetap bertahan untuk kita semua. Kalau saya mungkin saya sudah lari ke hutan, tapi pak Kipli ini luar biasa mampu bertahan demi kemajuan ekonomi masyarakat yang ada di Kampung Sima, Wami Wanggar Pantai, semua ini akan dinikmati oleh seluruh warga masyarakat pemilik hak ulayat itu sendiri,” ungkapnya. Salah Satu Tokoh Adat Suku Besar Yerisiam Gua Ayub Kowoy mengatakan, Pabrik Kelapa Sawit PT. Nabire Baru yang akan dibangun nanti adalah hasil perjuangan bersama. Dimana, semua warga masyarakat adat yang merupakan pemilik hak ulayat harus sama-sama mengawal proses pembangunan pabrik kelapa sawit ini dengan baik. Sebuah penantian panjang selama sepuluh tahun sebentar lagi akan terwujud, intinya bahwa semua kemauan warga masyarakat adat yang bertujuan positif untuk kemajuan ekonomi masyarakat maupun PT. Nabire Baru harus benar-benar diwujudnyatakan dan tidak menjadikan hal tersebut sebagai sesuatu permasalahan yang nantinya akan merugikan kita sendiri.(cad)
Bagikan artikel ini



