NABIRE – Di Kampung Makimi dapat dipastikan setiap malam ada pemadaman listrik, sehingga warga kampung Makimi menilai tidak sepenuhnya mereka menikmati penerangan listrik dari PT PLN Rayon Nabire dan masyarakatpun bertanya status petugas PT PLN Rayon Nabire yang bertugas di wilayah Distrik Makimi.Sesungguhnya petugas PT PLN yang ada di wilayah Distrik Makimi memberikan informasi ke PT PLN Rayon Nabire terkait adanya pemadaman listrik yang kerap terjadi, sehingga dicarikan solusi atau penyebab pemadaman listrik tersebut. Sebab dengan terjadinya pemadalaman ini banyak sudah lampu yang putus maupun alat-alat eletronik yang rusak.Demikian dikatakan Ketua Dewan Adat Distrik Makimi Silas Ayub Rumbobiar kepada Papuapos Nabire, Jumat (17/8), di Kampung Makimi seraya menambahkan, sebagai masyarakat kecil di kampung kami telah mengetahui dengan diresmikannya PLTM 20 Mw, PT PLN Nabire telah kelebihan suplus listrik, namun kenyataan di Kampung Makimi kerap ada pemadaman listrik hingga 2 sampai 3 jam setiap malam.Untuk itu, selaku pelanggang dan juga ketua dewan adat meminta pimpinan PT PLN rayon Nabire harus selalu berkoordinasi langsung dengan petugas yang ada di wilayah Distrik Makimi agar tidak lagi pemadaman listrik yang suka terjadi di malam hari, sehingga masyarakat tidak lagi mengalami kerugian soal balon atau lampu yang putus maupun alat eletronik yang rusak.Hal lain yang perlu dicatat oleh pimpinan dan staf PT PLN Rayon Nabire bahwa, PLTMG 20 Mw itu belum satu tahun diremikan oleh Presiden RI Ir H. Joko Widodo, namun kini sudah mulai padam–padam yang tidak beraturan dan akibat dari pemadaman listrik itu membuat banyak masyarakat mulai angkat bicara kritisi kinerja dari PT PLN rayon Nabore.Sehingga untuk menghindari tingkat pemadaman listrik yang kerap terjadi setiap malam di Kampung Makimi, PT PLN Rayon Nabire diminta dan diharapkan selalu berkoordinasi langsung dengan petugas PLN yang ada di wilayah Distrik Makimi agar mengecek penyebab pemadaman listrik di Makimi Kampung dan masyarakat tidak lagi mengeluh. (des)