NABIRE - SD Bakidi yang berada di Kampung Lani Distrik Teluk Kimi merupakan salah satu sekolah swasta yang telah dibangun pada beberapa saat lalu. Kini telah menamatkan beberapa angkatan.

Namun semenjak dibangunnya SD Bakidi hingga saat ini belum juga ada perhatian.  Sementara jumlah murid terus bertambah dari tahun ke tahun. Dan hingga saat ini jumlah murid SD Bakidi sudah mencapai 165 murid dari kelas I hingga kelas VI.

Sementara jumlah rungan belajar (Rombel) yang dibangun semenjak awal hingga saat ini hanya rombel yang tentunya tidak bisa menampung seluruh jumlah murid.  Sehingga pihak sekolah bersama pihak yayasan mengambil sikap guna mensukseskan proses belajar.

Dimana ada dua rombel dapat disekat untuk menjadi ruangan belajar bagi kelas satu dan dua.  Sementara satunya lagi juga disekat untuk proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) bagi murid kelas III dan IV dan kelas V dan kelas VI tetap belajar di masing-masing kelasnya.

“Dengan adanya pembangunan sekat, akhirnya proses KBM untuk kelas I hingga kelas IV bisa berjalan. Sementara ada satu ruangan lagi yang sesungguhnya merupakan ruangan rombel, juga disekat menjadi tiga ruangan. Antara lain untuk ruangan kerja kepala sekolah, satunya lagi ruangan administrasi dan satunya lagi untuk ruangan dewan guru,” kata Kepala Sekolah SD Bakidi Nabire, Norma Ema Rumbrapuk, S.Pd.K kepada Papuapos Nabire, Jumat (28/1/22).

Kata dia, ada 5 rungan kelas yang telah dibangun pada saat Briyur Wenda menjabat Kepala Dinas Pendidikan Nabire. Kini semunya dimanfaat dan terisi penuh. Sementara menurut ketentuan tidak diperbolehkan ada dua kelas dalam satu rombel.

Sementara SD Bakidi Nabire hingga saat ini didukung 10 orang tenaga, terdiri dari 7 orang sebagai tenaga pendidik (guru, red), sementara 2 orang tenaga adiminitrasi dan 1 orang penjaga sekolah. Yang semunya bertugas untuk mensukseskan proses KBM di SD Bakidi Nabire.

Untuk itu pada saat ini dan kedepannya, SD Bakidi Nabire membutuhkan tambahan rombel sebanyak 3 rombel. Agar tidak ada lagi rungan kelas yang disekat, sehingga proses KBM dapat berjalan sesuai harapan. (Erens E. Rumbobiar)