NABIRE - Kita ketahui bersama, bahwa dengan adanya kerusakan jembatan Sanoba bawah yang rusak akhirnya dipalang oleh sejumlah kelompok masyarakat asal Kampung Waharia, karena jembatan tersebut mengalami kerusakan fatal.

Namun untuk saat ini jembatan tersebut kembali diperbaiki darurat oleh ketua RT yang juga Kepala Sekolah SD Inpres 02 Sanoba Guru Aser Raubaba, S.Pd bersama sejumlah masyarakat demi anak–anak sekolah dan juga masyarakat lainnya.

Untuk itu, jembatan diperbaiki sebagian untuk bisa dilalui kendaraan roda dua dan juga masyarakat pejalan kaki, karena untuk memutar dari atas dapat dipastikan membutuhkan waktu yang cukup lama baru bisa sampai di tempat tujuan.

Demikian dikatakan Guru Azer Raubaba, S.Pd kepada Papuapos Nabire, Senin (1/2), diatas jembatan Sanoba seraya menambahkan, kami hanya bisa memperbaiki jembatan ini secara darurat guna membantu anak-anak sekolah dan masyarakat di pagi dan siang serta sore hari.

Sehingga selaku ketua RT meminta kepada pemerintah daerah agar mengambil  langkah dan kebijakan yang cepat untuk dapat memperbaiki atau membangun kembali jembatan yang kini suda rusak dan tinggal roboh ke dalam sungai.

Dimana-mana pemerintah telah mengatakan, bahwa jalan dan jembatan merupakan akses utama perputaran roda perekonomian masyarakat, namun faktanya jembatan Sanoba bawah yang rusak sudah sekian lama juga belum ada perhatian untuk dibangun.

Untuk itu, kami meminta adanya kebijakan yang cepat dari Pemerintah Kabupaten Nabire agar akses masyarakat ke kota dan anak sekolah terus lancar tanpa adanya hambatan, baik itu masyarakat yang tinggal di Waharia maupun sebaliknya.(des) Ada Foto Aser Raubaba diatas Jembatan Rusak. Vaksin ke Sekolah, Tunggu Persetujuan Orang Tua NABIRE - Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nabire diminta agar tidak serta merta menyetujui adanya kegiatan vaksin langsung ke masing-masing sekolah, akan tetapi perlu dukungan dan pesetujuan dari orang tua murid atau siswa. Untuk itu, kepala dinas harus lebih dahulu membuat surat edaran dan sosialisasi ke tiap sekolah agar rencana vaksin Covid-19 juga benar–benar diketahui oleh pihak orang tua murid. Sebab dari tiap–tiap anak atau peserta didik yang lebih mengetahui dan paham akan penyakit bawaan anak itu orang tuanya, sehingga jangan kita asal berikan suntikan vaksin tanpa ijin orang tua murid. Demikian dikatakan Kepala SMP YPK Paulus Sanoba, Dance Rouw, S.Sos kepada Papuapos Nabire, Senin (1/2), di ruang kerjanya seraya menambahkan, saat Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tatap muka kita minta persetujuan orang tua lewat surat pernyataan, kini untuk vaksin juga harus ada persetujuan orang tua murid. Dengan demikian semua kepala-kepala sekolah dari satuan jenjang pendidikan TK, SD, SMP dan SMA serta SMK kita harus rapatkan barisan agar vaksin anak sekolah menjadi tanggung jawab bersama. Dimana dinas pendidikan sebagai garda terdepan, kepala sekolah, guru dan orang tua murid, sebab persoalan suntikan vaksin telah terdengar informasi yang membuat kita bingung mau percaya yang mana. Untuk itu, kepala dinas pendidikan bersama para kepala-kepala bidang (Kabid) harus rajin turun lapangan memberikan pemahaman yang baik dan benar agar kepala sekolah, guru dan murid dapat memahami juga dengan jelas.(des)