Disnakertrans Buka Pelatihan Reparasi Motor Tempel Warga Pesisir
Acara pembukaan berlangsung di kediaman Johanes Sampebua, Jalan Beringin Malompo Bawah, Nabarua, Nabire, pada Kamis (5/11/2026).

NABIRE - Pemerintah Kabupaten Nabire melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Nabire resmi membuka kegiatan Pelatihan Reparasi Motor Tempel bagi masyarakat pesisir. Kegiatan yang bersumber dari dana Otonomi Khusus (Otsus) ini diikuti oleh 30 peserta yang berasal dari Distrik Wapoga dan Distrik Napan.
Acara pembukaan berlangsung di kediaman Johanes Sampebua, Jalan Beringin Malompo Bawah, Nabarua, Nabire, pada Kamis (5/11/2026). Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Kepala Disnakertrans Kabupaten Nabire, Marselinus Rae, S.Pd., yang membacakan sambutan tertulis Bupati Nabire, Mesak, S.Sos., M.Si.
Dalam sambutan tersebut, Bupati Nabire menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada Disnakertrans serta seluruh pihak yang telah bekerja keras mempersiapkan dan menyelenggarakan pelatihan ini.
Ia menegaskan, Kabupaten Nabire memiliki potensi wilayah pesisir dan perairan yang besar, di mana sebagian masyarakatnya menggantungkan aktivitas ekonomi pada sektor perikanan dan kelautan yang sangat membutuhkan sarana transportasi air, khususnya motor tempel.
“Oleh karena itu, keterampilan reparasi motor tempel merupakan kebutuhan yang penting sekaligus peluang usaha yang menjanjikan bagi masyarakat. Melalui pelatihan ini, kita ingin menciptakan tenaga kerja lokal yang terampil, mandiri dan mampu memenuhi kebutuhan jasa perawatan serta perbaikan motor tempel di daerah kita,” pesan bupati melalui Marselinus.
Bupati juga berpesan kepada seluruh peserta agar mengikuti kegiatan dengan sungguh-sungguh, disiplin dan penuh tanggung jawab. Keterampilan yang diperoleh diharapkan dapat menjadi modal untuk menciptakan peluang kerja, meningkatkan pendapatan keluarga serta membantu masyarakat di lingkungan masing-masing.
Selain itu, pembangunan dinilai tidak hanya diukur dari infrastruktur fisik, melainkan juga dari kualitas sumber daya manusia yang terampil, produktif dan mandiri. “Karena itu, mari kita terus membangun sinergi dan bekerja bersama untuk mewujudkan masyarakat Nabire yang lebih maju dan sejahtera,” tambahnya.
Setelah menyampaikan sambutan sekaligus membuka acara secara resmi, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi teknis oleh instruktur pelatihan, Sfenyel Karubaba. Ia menjelaskan, materi utama yang diberikan berfokus pada pemeliharaan dan perawatan mesin, khususnya mesin 15 PK.

“Untuk yang sekarang, mau diberikan pembelajaran buat peserta yang hadir, mungkin pemeliharaan dengan perawatan mesin. Terutama untuk mesin 15 PK, yaitu mungkin mulai dari karburator sampai kelistrikan, kemacetan di laut,” ujar Sfenyel.
Sfenyel merinci beberapa kendala yang sering terjadi di laut, seperti masalah pada karburator akibat bensin habis atau adanya endapan air di tangki yang membuat mesin tidak normal hingga mati. “Jadi, harus dibongkar ini karburator. Kita buka, cuci bersih, pasang kembali, cuci busi, langsung mesin hidup,” jelasnya.
Selain masalah karburator, ia juga memberikan materi mengenai gangguan kelistrikan, seperti mesin yang tiba-tiba mati karena setrum hilang akibat busi mati atau komponen lain seperti koil dan spul bermasalah. Menurutnya, kabel yang kropos, menghitam atau terbakar akibat pemakaian bertahun-tahun juga sering menjadi pemicu putusnya aliran listrik.
“Jadi itu kita mesti untuk pencegahan utamanya, kita periksa kabelnya saja, ditarik. Nanti ada yang putus, kita tinggal sambung kembali, mesinnya hidup. Itu kendala-kendala yang sering terjadi di laut. Kalau untuk kerusakan berat, mungkin tidak bisa kita lakukan di laut, pastinya kita tetap cari bengkel dan cari alat yang sesuai,” kata Sfenyel menutup penjelasannya dengan harapan agar ilmu yang dibagikan dapat berguna dan membantu masyarakat yang memiliki mesin tempel.
Antusiasme tinggi juga dirasakan oleh para peserta. Salah satu perwakilan peserta, Samuel Yamban, menyampaikan rasa terima kasihnya kepada pemerintah atas kesempatan yang diberikan melalui pelatihan ini.

“Pertama-tama kita panjatkan puji dan syukur kepada Tuhan yang Maha Kuasa. Kami sebagai masyarakat khususnya di Distrik Wapoga dan Distrik Napan, mengucapkan terima kasih banyak kepada pemerintah yang sudah memberikan ruang dan waktu untuk kita ikut dalam pelatihan motor tempel,” ungkap Samuel.
Ia berharap pelatihan ini dapat menunjang mobilitas masyarakat saat melaut dari pesisir lewat pulau ke tempat tugas atau mencari ikan, sekaligus membantu mengatasi kerusakan mesin dengan peralatan yang telah dibagikan.
“Ke depan, kita tidak tinggal diam, tapi melakukan hal itu terus. Supaya kita betul-betul menggunakan ini sebagai penunjang hidup kita untuk anak istri kita ke depan nanti,” pungkasnya.
Rangkaian acara pembukaan pelatihan tersebut kemudian dilanjutkan dengan penyerahan peralatan kerja secara simbolis kepada para peserta dan diakhiri dengan sesi foto bersama. (sam)
Bagikan artikel ini



