Disnakertrans Kirim 30 Naker Asah Terampil ke BLK Sorong
NABIRE – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Nabire mengirimkan 30 tenaga kerja untuk belajar asah terampil
NABIRE – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Nabire mengirimkan 30 tenaga kerja untuk belajar asah terampil di Balai Latihan Kerja (BLK) Sorong.
Kloter pertama berangkat ke Sorong, Senin (22/3), setelah dilepas Kepala Dinas Nakertrans Kabupaten Nabire, Anton Pekei dari aula kantor dinas tersebut.
Pengiriman tenaga pencari kerja dari Nabire ke Sorong yang dilepas kemarin merupakan gelombang ketiga.
Dua gelombang sebelumnya, Disnakertrans Nabire sudah mengirim 30 orang untuk belajar ketrampilan di BLK Sorong sehingga Disnaker Nabire sedang menyiapkan 60 orang pencari kerja di daerah ini.
Tiga puluh orang tenaga kerja yang dikirim ke Sorong mereka akan belajar dan asah terampil di bidang perbengkelan, counter Hp, menjahit.
Jumlah peserta ketrampilan untuk masing-masing jurusan ketrampilan bervariasi.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Nabire, Anton Pekei saat melepas 30 orang tenaga kerja dari Aula Disnakertrans, Senin (22/3) pagi mengatakan pemerintah mempersiapkan tenaga kerja untuk mengurangi jumlah penganggguran di daerah ini.
Dengan harapan, Naker yang sudah asah ketrampilan lewat BLK diharapkan akan membuka lapangan kerja untuk mengurangi angka pengangguran yang terus bertambah di Kabupaten Nabire khususnya dan di wilayah Meepago pada umumnya.
Oleh sebab itu, kata Pekei, peserta pelatihan kerja yang dikirim ke Sorong, tidak hanya berasal dari warga Nabire tetapi juga berasal dari kabupaten lain di wilayah Meepago.
Saat melepas Kepala Disnakertrans Kabupaten Nabire juga mengingatkan, peserta pelatihan bukan semuanya bujang dan nona tetapi ada diantaranya bapak dan ibu.
Oleh karena itu, menjaga masing-masing status selama mengikuti pelatihan di BLK Sorong hingga kembali ke Nabire.
Disamping itu, Pekei juga mengimbau kepada peserta untuk tetap melaksanakan protokol kesehatan, selalu mencuci tangan, memakai masker dan jaga jarak.
Dan ini tidak hanya selama pelatihan di BLK tetapi juga di luar BLK untuk mencegah supaya tidak terpapar dengan virus corona.
Kadisnakertrans Nabire juga meminta tenaga kerja selama pelatihan agar menjaga nama baik daerah ini, karena peserta yang dikirim ke BLK Sorong oleh pemerintah daerah yang berasal dari tenaga pencari kerja di Kabupaten Nabire.
Tiga orang peserta pelatihan gelombang II yang baru kembali dari Sorong kepada media ini di halaman Disnakertrans mengatakan, peserta dari Kabupaten Nabire memperoleh juara umum dari seluruh peserta pelatihan BLK yang mereka ikuti.
“Kami dapat juara satu, sudah mengharumkan nama Kabupaten Nabire di BLK Sorong.
Nama Nabire naik karena kami juara umum,” ungkap peserta pelatihan menjahit di Sorong.(ans)
Bagikan artikel ini



