Ditemukan Lulusan SD Belum Lancar M3
NABIRE - Melalui hasil tes masuk bagi jenjang pendidikan SMP/MTs diawal tahun pelajaran 2020/2021, ternyata masih ditemukan murid lulusan Se
NABIRE - Melalui hasil tes masuk bagi jenjang pendidikan SMP/MTs diawal tahun pelajaran 2020/2021, ternyata masih ditemukan murid lulusan Sekolah Dasar (SD) diakhir tahun pelajaran 2019/2020 yang tidak bisa (belum) lancar Membaca, Menulis dan Menghitung (3M), tapi dinyatakan lulus.
Sesungguhnya kelulusan murid SD, SMP dan SMA/SMK diakhir tahun pelajaran 2019/2020 merupakan salah satu kebijakan Pemerintah RI melalui Kementerian Pendidikan Nasional, karena dunia sedang dilanda wabah virus corona diakhir tahun 2019.
Sehingga pemerintah memutuskan untuk semua sekolah diliburkan dan tidak ada lagi Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di sekolah atau di semua satuan jenjang pendidikan dan pemerintah juga memutuskan untuk belajar di rumah, sedangkan bagi murid yang tamat akan dihitung nilai kelulusan sesuai ketentuan yang ditetapkan Kementerian Pendidikan.
Dengan demikian semua murid diberikan kesempatan untuk lulus, sementara untuk mendaftar ke salah satu SMP negeri yang terkenal di kota ini dan dilakukan tes masuk dengan metode yang lebih utama 3 M, ternyata murid yang bersangkutan tidak bisa lancar 3 M.
Demikian dikatakan salah seorang Kepsek SMP negeri yang tak ingin namanya dikorankan kepada Papuapos Nabire, Senin (22/6) seraya menambahkan, setelah kami tes membaca dihadapan orang tuanya, ternyata murid SD tersebut tidak bisa membaca, akhirnya kami kembalikan kepada orang tuanya.
Selaku pihak sekolah, tambahnya, kami tidak bisa berbuat banyak.
Karena data yang kami himpun, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nabire telah berjanji dan membuat pernyataan, apabila ditemukan murid lulus SD yang tidak bisa lancar 3M, maka kepala sekolah bisa dicopot jabatannya dan guru kelasnya dimutasikan.
Sehingga, ini baru satu sekolah SMP yang ditemukan salah seorang murid lulus SD yang tidak lancar 3M, untuk itu tugas kepala dinas, sekretaris, kepala bidang dan pengawas tingkat SD untuk menyisir ke sekolah SMP lainnya agar kita tidak ketinggalan dalam kemajuan pendidikan di Kabupaten Nabire.(des)
Bagikan artikel ini



