Ditengah Pandemi Corona, Jamurpun Bertumbuh
DITENGAH suasana pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) yang membumi, dengan ajakan ‘Tinggal Aja di Rumah’, seperti
DITENGAH suasana pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) yang membumi, dengan ajakan ‘Tinggal Aja di Rumah’, sepertinya memberi inspirasi untuk bertumbuhnya Jamur. Tetapi jamur ini bukan jamur yang sering disantap sebagai sayuran tetapi jamur bisnis di bidang jasa. Jamur bisnis ini, sepertinya menjawab kebutuhan warga untuk memenuhi kebutuhan jasa khususnya untuk mengantar barang dari rumah ke rumah.
Penggagas bisnis jasa ini menyebutkan Jasa Antar Murah yang disingkat menjadi Jamur. Pengelola Jamur, Diana Amir didampingi penggagas, Udin Mardin menuturkan, Jamur ini mulai bergerak kurang lebih 1 bulan 10 hari lalu. Awalnya bergerak dengan lima kurir tetapi kini sudah lebih dari 10 orang.
Penggagas Jamur, Udin Mardin mengatakan bisnis jasa ini dibuka karena banyak kaum muda yang kehilangan pekerjaan karena pandemi corona. Untuk menampung dan mengarahkan kepada hal-hal yang baik dan menguntungkan, mengajak mereka untuk bergabung untuk usaha jasa angkutan murah (Jamur).
Pendapatan yang diperoleh kurir, sebagian besar diperuntukan bagi kurir, Jamur cuma 10 persen dari penghasilan sehari. Jamur tidak seperti jasa titipan dan bukan seperti jasa ojek, tetapi kurir dari Jamur hanya mengantar barang dengan biaya yang murah. Jamur mematok harga antar di dalam Distrik Nabire sebesar Rp.5.000. Antar barang ke Distrik Teluk Kimi dan Nabire Barat, hanya Rp.10.000. Diana didampingi
Udin Mardin mencontoh, ada paket di Oyehe dari seorang warga di Karang Tumaritis atau Kalibobo, bisa meminta tolong ke Jamur, untuk mengambil dan mengantar ke alamat di Karang Tumaritis atau Kalibobo, penerima paket cukup membayar Rp.5.000 kepada kurir dari Jamur.
Dalam keadaan sibuk misalnya, warga bisa meminta bantuan Jamur untuk mengambil atau mengantar barang ke alamat penerima. Bisnis jasa ini sudah mulai dimanfaatkan oleh pedagang online di Nabire, karena pedagang online memanfaatkan Jamur untuk mengantar pesanan ke pelanggan dengan biaya murah. Bisnis jasa ini diminati pedangan online di daerah ini lewat media sosial.
Beberapa pedagang online di Kalibobo sudah memanfaatkan Jamur untuk mengantar barang ke pelanggan. Tak hanya binis online, ibu-ibu rumah tangga dan pengusaha rumah makan/warung juga bisa memanfaatkan jasa Jamur, memesan belanja sayur atau kebutuhannya lainnya.
Jamur akan belanja dengan uang sendiri di pasar dan kurir mengantarnya ke pemesan dengan mengganti uang belanja ditambah ongkos antar sebesar Rp.5.000. Ketika ditanya, apakah masyarakat bisa pesan untuk mengantar dan menjemput orang, Udin menegaskan Jamur tidak mengangkut orang karena untuk angkutan orang ada jasa ojek dan angkutan umum.
Udin Mardin dan Diana mengatakan, untuk memanfaatkan jasa ini, warga cukup menekan nomor 085244732102, nanti Jamur akan menghubungi kurir mengambil atau mengantar barang ke alamat tujuan. Pemesan cukup membayar jasa kurir sebesar 5 ribu rupiah.
Diana menambahkan, pendapatan yang diperoleh kurir, sebagian besar diperuntukan bagi kurir, Jamur cuma mendapat 10 persen dari penghasilan sehari. Ketika ditanya, sanksi, Diana bersama Udin Mardin mengatakan, apabila ada tagihan lebih dari tarif Rp.5.000 di dalam kota Nabire yang diterima kurir, yang bersangkutan dicoret dari keanggotaan.(ans)
Bagikan artikel ini



