Ditengah Pandemi Covid, Uskup Aloysius Murwita Tabis 2 Imam 8 Diakon
NABIRE – Di tengah pandemi corona atau Covid-19, Uskup Keuskupan Agung Agats Mqr Aloysius Murwito, ofm mentahbiskan 2 orang Diak
NABIRE – Di tengah pandemi corona atau Covid-19, Uskup Keuskupan Agung Agats Mqr Aloysius Murwito, ofm mentahbiskan 2 orang Diakon sebagai Imam Projo (Pr) dan 8 Frater sebagai Diakon di wilayah Keuskupan Timika dari Gereja Kristus Sahabat Kita (KSK) Meriam, Nabire dalam ibadah meriah.
Dua imam baru akan menjalani selibat melayani Umat Katolik di wilayah Keuskupan Timika.
Sedangkan 8 frater yang ditahbiskan sebagai Diakon akan menjalani tugas pastoral di wilayah Keuskupan Timika sebelum ditahbiskan sebagai Imam Projo (Imam pribumi Keuskupan Timika).
Pelaksanaan Ibadah Meriah dalam rangka pentahbisan 2 imam dan 8 diakon dilaksanakan dengan protokol kesehatan.
Setiap umat dan undangan yang masuk halaman gereja, diwajibkan memakai masker.
Hal ini demikian karena, hari Minggu (4/10) lalu, juru bicara pemerintah, dr Frans Sayori sudah memberikan peringatan agar pelaksanaan ibadah meriah Pentahbisan imam dan diakon agar dilaksanakan sesuai dengan protokol kesehatan.
Ibadah Meriah dalam rangka pentahbisan imamat tersebut, Uskup Agats, Aloysius Murwita mentahbiskan Diakon Benyamin Magay menjadi Benyamin Magay pr dan Diakon Nikolaus Wakey menjadi Nikolaus Wakey, pr. Sementara 8 frater yang ditahbiskan sebagai Diakon masing-masing Diakon Febroneus Angelo, Diakon Fransiskus Sondegau, Diakon Paulus Leopati Yerwuan, Diakon Silfester Bobii, Silvester Dogomo, Diakon Vinsentius Budi Nahiba, Diakon Yeskel Belau dan Diakon Yoseph Bunay.
Dalam selebrasi pentahbisan 2 imam projo dan 8 diakon tersebut, Vikaris Keuskupan Timika, Rm Marthen Kuayo, pr dan Pastor Paroki KSK Nabire, J Agust, SJ mendampingi Uskup Keuskupan Agung Agats, Mgr Aloysius Murwito bersama imam dan biarawan-biarawati lainnya.
Pentahbisan tersebut dihadiri oleh orang tua dari masing-masing diakon dan frater yang meneriman pentahbisan, Bupati Nabire, Isaias Douw, Bupati Deiyai, Ateng Edowai.
Dalam kotbahnya, Uskup Murwito mengingatkan pastor dan diakon yang ditahbiskan merupakan pelayan bagi sesama, memberikan peneguhan dan penguatan imam dan melayani umat dan sesama lain sesuai dengan tugas kegembalaan.
Karena itu, pastor dan diakon hadir untuk melayani bukan untuk dilayani dan tidak mementingkan diri, egois tetapi hendaknya peka melibat umat gembalaannya.
Karena ini merupakan tugas peruntusan kepada umat manusia.
Vikaris Keuskupan Timika, Rm Marthen Kuayo usai pentahbisan menyampaikan terima kasih kepada Uskup Keukupan Agung Asmat, Mqr Aloysius Murwito yang telah mentahbiskan dua imam baru 8 diakon untuk memperkuat pelayanan pastoral di Keukuspan Timika.
Pentahbisan iman dan diakon di Keuskupan Timika dilaksanakan oleh Uskup Keuskupan Agung Agast karena sejak meninggalnya Uskup Keuskupan Timika, Mqr John Philip Saklil,pr hingga saat ini belum ada penggantinya sehingga tahbisan imamat dilayani oleh Keukupan Agung terdekat dengan Keuskupan Timika.
Vikaris Keukuspan Timika, Pater Marthen Kuayo juga menyampaikan terima kasih banyak kepada Bupati Nabire bersama Tim Satgas Covid-19 yang telah mengizinkan untuk melaksanakan pentahbisan imam dan diakon di tengah pandemi corona dengan pelaksanaan protokol kesehatan yang ketat.
Pastor Marthen Kuayo menjelaskan tahbisan dua imamat dan 8 orang Diakon ini juga merupakan hasil dari KPA di Kampung Wiraska, Distrik Wanggar sebelum dibukanya Tahun Orientasi Rohani (TOR) di Wadio, kerjasama 5 keuskupan di tanah Papua.
Ibadah pentahbisan dua imam dan 8 diakon ini dimeriahkan dengan arak-arakan calon dan diakon sesuai budaya masing-masing suku dari imam dan diakon yang ditahbiskan, baik saat masuk gereja dan saat usai keluar dari gereja.
Sementara di pintu halaman gereja, protokol kesehatan berupa pakai masker diamankan oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) bersama aparat Polri dan TNI.
Selain disaksikan oleh orang tua, ibadah meriah pentahbisan iman dan diakon ini juga disaksikan oleh perwakilan dari tiga paroki di Kabupaten Nabire dan utusan dari paroki dari Kabupaten Dogiyai, Deiyai, Paniai dan Intan Jaya.
Usai pentahbisan, masing-masing keluarga besar dari Imam dan Diakon yang ditahbiskan merayakan syukuran di keluarga, disamping resepsi bersama di Paroki KSK Nabire.(don/ans)
Bagikan artikel ini



