NABIRE – Memasuki awal tahun pelajaran baru 2020/2021 ini, Dinas Pendidikan Kabupaten Nabire akan berupaya agar sekolah–sekolah yang berada di daerah Tertinggal, Terpencil dan Terluar (3T) akan lebih dulu dibuka sekolahnya.

Upaya ini kini tengah dipikirkan dan selanjutnya Kepala Dinas Pendidikan Nabire akan melaporkan dan meminta pertimbangan dan persetujuan langsung kepada Bupati Kabupaten Nabire Isaias Douw, S.Sos.,MAP.

Karena pada tanggal 13 Juli sudah merupakan awal tahun pelajaran 2020/2021 dan direncanakan daerah 3T yang lebih dahulu membuka sekolah dan melaksanakan proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM), sebab daerah 3T berada di Zona Hijau.

Demikian dikatakan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nabire Yulianus Pasang, S.Pd.,M.Pd kepada Papuapos Nabire, Rabu (24/6/2020), di ruang kerjanya seraya menambahkan, diupayakannya daerah 3 T lebih dulu buka sekolah, karena berada di zona hijau dan juga tidak bisa belajar online maupun lewat radio melalui program Panggilan Ibu Pertiwi.

Untuk itu, hasilnya seperti apa nanti kita tunggu saja hasil konsultasi dari Kepala Dinas Pendidikan kepada Bupati Nabire, sementara sekolah yang berada di Distrik Makimi, Nabire, Teluk Kimi dan Nabire Barat, tetap wajib belajar online maupun program lainnya.

Bagi sekolah–sekolah yang berada di daerah 3T yang diwacanakan untuk lebih dahulu membuka sekolah, tetap akan diwajibkan untuk mematuhi seluruh protokol kesehatan walapun berada di zona hijau.(des)