NABIRE - Lewat drama adu penalti akhirnya tim sepakbola Volta PLN berhasil menjadi juara di turnamen sepak bola Badai Cartenz II dan berhak memboyong piala tetap dan bergilir dalam turnamen tersebut.

Liputan langsung media ini, babak puncak final turnaman disaksikan ratusan penonton itu dalam waktu normal skor imbang 1-1, sehingga dilanjutkan ke drama adu tendangan penalti. Skor akhir 7-6 untuk kemenangan Volta PLN atas lawannya FC Wapoga Kali Kabur.

Gelar juara bagi Volta PLN Nabire ini adalah gelar juara yang pertama diajang turnamen sepak bola piala Badai Cartenz kali ini.

Kesebelasan Wapoga FC, meski merupakan tim baru yang berpartisipasi pertama kali diajang turnamen Sepakbola Badai Cartenz edisi kedua di Nabire, langsung menapaki kaki di babak final usai dibabak penyisian sebelumnya menumbangkan lawan-lawannya.

Menghadapi Volta PLN Nabire yang diperkuat sejumlah pemain liga lokal Persipura, seperti Selfin Negwek, Fridolin Yoku, Nerius Alom tidak membuat gentar, Wapoga FC malah lebih dulu menciptakan gol pada babak pertama dan membuat para penonton yang hadir menyaksikan, termasuk offisial Volta PLN seakan tidak percaya mereka bisa memimpin.

Adalah Rafiko Nawipa berhasil menjebol gawang Volta PLN, setelah kiper melakukan blunder fatal. 1-0, Wapoga unggul.

Pertandingan pun kemudian berjalan semakin menarik. Volta PLN meningkatkan intensitas serangan mereka. Alhasil, Hanferi bisa menyamakan skor menjadi sama kuat 1-1, pada pertengahan babak pertama.

Pasca gol hanferi, tak ada lagi gol tercipta, wasit Arthur Papara dari PSSI Papua lalu meniup pluit tanda turun minum dan berakhirnya babak pertama. 

Dibabak kedua, permainan menjurus kasar dan keras, beberapa kali aksi saling jegal diperagakan. Beberapa pemain juga mendapatkan kartu kuning, seperti Fiktor Jitmau dari Wapoga FC, serta Yulian Tjoe dan Crespo dari Volta PLN Nabire.

Pertandingan sempat terhenti, karena ada aksi protes dari manager Volta PLN dan Wapoga FC. Tidak ada lagi gol tercipta hingga pertandingan dilanjutkan ke adu tendangan penalti, seperti dikutip dari laman rri.co.id.

Hari semakin gelap, dibantu sebuah penerangan kedua kesebelasan melanjutkan tendangan penalti. Akhirnya Volta PLN Nabire menyudahi perlawanan Wapoga FC dengan skor akhir 7-6 di drama yang berjalan kurang lebih 20 menit itu. 

Usai pertandingan, panitia penyelenggara menyerahkan hadiah bagi pemenang, serta penghargaan kepada pemain muda terbaik, pencetak gol terbanyak, kiper terbaik, pelatih terbaik,serta tim terbaik.(wan)