NABIRE – Dua anak didik di salah satu lembaga pendidikan swasta di Nabire dianiaya oleh oknum pendidiknya lantaran diketahui telah mencuri sejumlah uang. Dua anak yang mengalami luka cukup parah, kini masih berada di rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis. Kasus ini menurut informasi telah ditangani oleh pihak kepolisian Polres Nabire. Oknum pendidik yang melakukan penganiayaan, menurut informasi, telah ditahan di Polres Nabire.

Belum ada keterangan resmi dari pihak Polres Nabire, yang menurut informasi masih mendalami kasus tersebut.

Informasi lain yang diterima media ini, salah satu orang tua dari anak yang mendapatkan penganiayaan juga telah melayangkan surat laporan peristiwa ke Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Dalam laporannya disebutkan, telah terjadi penganiayaan terhadap anaknya, MRS (14) beserta temannya, AF (11) pada Jumat (10/6/22) dini hari di lingkungan lembaga pendidikannya.

Disebutkan, anaknya dan seorang temannya mengajak untuk mengambil (mencuri) sejumlah uang dengan pecahan 20 ribu, 10 ribu dan 5 ribu di rumah kepala sekolah untuk digunakan membeli makanan (supermie) dikarenakan mereka dalam kondisi lapar. Pada saat melakukan pencurian ketahuan.

Ketahuan telah mencuri, kedua anak itu mendapatkan perlakuan dipukul dan diseret keluar kemudian di ikat di tiang. Kedua anak dipukul menggunakan tangan, kaki, kayu dan sapu ijuk sehingga mengakibatkan cidera serius dan trauma. 

Pihak orang tua menyampaikan permohonan kepada KPAI untuk meberikan pendampingan karena penganiayaan yang dilakukan dinilai sudah diluar batas kemanusiaan sehingga mebuat anak mengalami trauma.

Informasi yang sempat diterima media ini, perwakilan dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinas PP dan PA) sudah sempat datang untuk melihat kondisi kedua anak itu. Saat dikonfirmasi melalui pesan WA, belum ada keterangan lebih lanjut dari Kepala Dinas PP dan PA Nabire. (ros)