NABIRE – Enam orang korban kecelakaan laut (Laka Laut) akhirnya ditemukan selamat setelah terombang ambing dan terapung seharian di lautan. Speed boat yang ditumpangi keenam warga ini terhempas ombak imbas hujan badai dan tenggelam di perairan laut sekitar Pulau Nuburi pada Minggu (22/8/21) sekitar pukul 19.00 WIT.

Selepas speed boat yang ditumpangi tenggelam, keenam korban masing-masing Dwi Nurwijayadi, Novi Marlisa, H. Idris, Sugino, Kris Kayoi, Darwin Yulius, berenang dan menggapai sejumlah benda untuk terapung di lautan. Sesaat setelah speed boat tenggelam, keenam warga yang sepulang rekreasi dan memancing ini masih terkumpul dan berdekatan. Namun karena hantaman ombak, keenam warga itu terpencar. Novi Marlisa bersama H. Idris terapung dengan bantuan papan rumah-rumah speed boat, Dwi Nurwijayadi bersama Darwin Yulius terapung dengan berpegangan kulkas yang dijadikan coolbox, sementara Sugino bersama Kris Kayoi memanfaatkan batang kayu untuk terapung.

Menurut keterangan dari korban, saat keempat warga bertemu di tengah laut saat terapung, Kris Kayoi dan Sugino sempat menyampaikan kepada Dwi Nurwijayadi dan Darwin Yulius jika dirinya akan meminta bantuan dengan berenang menuju bagan di sekitar lokasi mereka.

Menurut informasi dari korban, sejak Minggu malam hingga pagi hari, mereka tidak mendapati adanya perahu yang melintas di sekitar mereka. Warga korban Laka Laut ini terus bertahan sejak malam untuk tetap terapung.

Sempat terpisah-pisah, pada siang harinya, Novi Marlisa dan H. Idris sempat bertemu dengan Dwi Nurwijayadi dan Darwin Yulius. Siang itu, Darwin sempat berpamitan kepada ketiga rekan lainnya untuk dirinya berenang menuju daratan untuk meminta pertolongan. Ketiganya menunggu informasi sekitar 3 jam setelah Darwin Yulius berenang ke arah daratan. Karena tidak ada kabar, Novi Marlisa memisahkan diri dari kedua rekannya berusaha berenang untuk mencari bantuan.

Hingga akhirnya pada Senin (23/8/21) sekitar pukul 14.00 WIT, Dwi Nurwijayadi dan H. Idris melihat dari kejauhan ada perahu yang melintas. Keduanya pun melambaikan tangan dan meminta pertolongan. Perahu warga yang diketahui sedang memuat penumpang dan barang dari Nabire menuju Bawei itu pun mendekat ke kedua korban itu. Akhirnya kedua korban dinaikkan ke atas perahu, selanjutnya perahu menyusul ke lokasi korban lainnya Novi Marlisa. Ketiga korban yang telah termuat perahu selanjutnya dievakuasi menuju Kampung Sima.

Setelah selamat, salah satu korban dengan meminjam HP warga setempat memberikan kabar kepada rekannya di kota. Rekan-rekan korban yang merupakan anggota Perkumpulan Bulutangkis (PB) Papuapos Nabire pun bergegas menuju Kampung Sima.

Di Kampung Sima, ketiga korban berada di rumah Kepala Kampung Sima. Selain kepala kampung dan sejumlah warga, terlihat sejumlah aparat keamanan dari TNI/Polri telah berada di lokasi itu. Diantaranya Kapolsubsektor Wami Jaya, Aiptu Harsono bersama 2 anggotanya. Sementara dari Kasatpolair Polres Nabire beserta sejumlah anggota juga turut menjemput ketiga korban saat di Polsubsektor Wami Jaya. Saat itu, informasi terkait laka laut ini pun telah dilaporkan kepada pihak-pihak terkait.

Sejumlah rekan korban juga sempat menyisir mencari korban lainnya ke sejumlah titik pantai sekitar Kampung Sima, Wagi, Pasir Merah hingga Soa untuk mencari ketiga rekan lainnya. Hingga malah harinya didapat informasi jika ketiga korban lainnya, masing-masing Sugino, Kris Kayoi dan Darwin Yulius berada di Pulau Pepaya dalam kondisi selamat. Ketiganya telah dievakuasi dari Pulau Pepaya dan pulang ke rumah masing-masing pada Selasa (24/8/21) sekitar pukul 08.00 WIT. Saat itu Kasatpolair Polres Nabire berkesempatan menjemput korban dan mengantar pulang korban ke rumah.

Rekan Korban Susul ke Rute Perjalanan

Mengetahui keenam korban belum pulang hingga Senin (23/8/21) pagi, sejumlah rekan korban berinisiatif menyusul korban dengan menyusuri rute perjanalan para korban. Dengan menggunakan speed boat, sejumlah rekan korban menyusuri perairan dari Pulau Kumbur, Notabari, Pulau Pepaya hingga sekitar Pulau Nuburi. Rekan korban juga sempat menyisir sekitar pantai untuk melakukan pencarian. (ros)