NABIRE - Bertempat di Paroki Santo Yosep Nabire Barat, Jumat (2/7) sebanyak enam pasangan menerima sakramen perkawinan di gereja Katolik, sekaligus baptis dewasa yang diawali dengan perayaan ekaristi misa bersama. 

Kegiatan perayaan ekaristi misa bersama yang dilaksanakan suatu kegiatan sakral yang sangat baik untuk mengawali pembukaan kegiatan pernikahan nagai pasangan perkawinan sebelum terima sakramen gereja katolik yang sah.

Perayaan ekaristi misa ini dipimpin langsung Pastor Paroki Santo Yosep Nabar, Injonito Gerry Da Krus  Sch. P. Adapun tema pasangan yang akan menerima sakramen perkawinan gereja yang dipersatukan Allah tidak boleh diceraikan manusia (Matius 9:6).

Dikatakan pastor dalam kotbahnya, pasangan suami istri merupakan satu rumah yang dikukuhkan atau diikat oleh Allah, pada hari ini yang disaksikan oleh umat maka, kedua mempelai pasangan suami/istri yang telah menerima sakramen pernikahan gereja katolik sah dan merupakan suatu kebanggaan bagi kita.

Pada hari ini enam pasangan sudah ikat bersama dengan Alla, katanya, kita syukur ini salah satu peristiwa gembira yang kita terima dan miliki pada kesempatan ini.

Hidup kehidupan kita bersama dengan Tuhan sangat baik hingga selaku Pastor Paroki beri apresiasi bagi kepada pasangan suami istri bersama para orang tua, saksi dan para pembimbing.

Yang telah dikukukan pernikahan ini suatu mujizat dari Allah yang akan diberikan kepada keenam pasangan ini, sebab kita hidup bersama dengan Tuhan hidup kehidupan kita tidak akan sia-sia.

Selanjutnya, dilaksanakan pengakuan janji dari pasangan nikah dihadapan, pastor dan umat teristimewa dihadapan Tuhan di dalam gereja.

****Dipersatukan Allah tak Boleh Diceraikan Manusia****

Kegiatan pernikahan yang dilaksanakan Sabtu pekan kemarin ini dengan tema, pasangan yang akan  terima pernikahan di Paroki Santo Yosep Nabire Barat yang dipersatukan Allah tidak boleh diceraikan manusia (Matius 9:6).

Pastor dalam kotbahnya mengatakan, dari sejak usia muda hingga kini telah merasakan penderitaan, susah payah dalam keluarga secara bersama, maka saatnya melaksanakan pernikahan pasangan suami istri secara gereja katolik yang sah, ini sangat luar biasa bagi kita dapat apresiasi kepada Tuhan karena segala-galanya adalah milik Tuhan. 

Pasangan suami istri merupakan satu kesatuan keluarga yang kudus didalam keluarga itu rajin berdoa, rajin baca alkitab, rajin sembayang  pada hari minggu dan dapat menciptakan suasana yang tenang, aman dan damai diantara keluarga itu sendiri dan kepada tetangga dan juga kepada sesama  yang lain di lingkungan itu agar kedua mempelai atau pasangan suami/istri yang dikukukan di gereja katolik benar benar keluarga yang kudus dan dapat berkenan dihadapan Allah dapat menuai hasil  baik.(modes)