Formula Belajar di Tengah Covid-19 Belum Ditemukan
NABIRE - Dinas Pendidikan Kabupaten Nabire hingga saat ini belum menemukan formula atau metode yang tepat bagi dunia pendidikan guna mensuks
NABIRE - Dinas Pendidikan Kabupaten Nabire hingga saat ini belum menemukan formula atau metode yang tepat bagi dunia pendidikan guna mensukseskan program atau Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di semua satuan jenjang pendidikan.
Walaupun kita telah ketahui bersama, bahwa pada awal bulan Agustus 2020, Pemerintah Kabupaten Nabire akan meminta lembaga pendidikan SMP/MTs dan SMA serta SMK untuk kembali membuka sekolah, sementara bagi lembaga pendidikan SD dan TK masih menunggu koordinasi dengan pihak Pemerintah Provinsi Papua.
Namun pada awalnya pandemi Covid-19 pada pertengahan bulan Maret, Pemerintah Kabupaten Nabire melalui Dinas Pendidikan telah mencanangkan program belajar dari rumah melalui RRI Nabire dengan program Panggilan Ibu Pertiwi.
Ditambah lagi dengan program belajar dari rumah melalui media online dengan menggunakan HP Android, namun dari program ini kepala dinas menilai kurang berhasil alias tidak maksimal, akibat gangguan jaringan, pembelian pulsa dan tidak semua orangtua memiliki Hp android.
Sehingga kini Dinas Pendidikan Nabire kembali mencari program belajar yang efektif lagi di tengah pandemi Covid-19 guna mensukseskan program KBM di semua sekolah dengan menawarkan dua opsi belajar ke pihak sekolah, yakni belajar tatap muka 50% dan juga 30%.
Dengan demikian pihak sekolah kini sudah mulai dapat menyiapkan angka ganjil dan angka genap bagi semua murid, dimana kegiatan KBMnya akan berlangsung dengan waktu belajar bagi 4 pelajaran dengan ketentuan waktu 4 jam belajar di sekolah atau tatap muka antara guru dan murid.
Sementara bagi opsi kedua 30%, murid dapat dibagi belajar pagi dan siang hari berdasarkan jumlah murid dalam satu kelas atau rombongan belajar dengan ketentuan waktu belajar atau tatap muka selama 4 jam pelajaran.
Untuk itu, hingga saat ini dinas pendidkan belum mendapatkan metode atau formula yang tepat guna mensukseskan program belajar di semua sekolah, dengan demikian membuat pihak sekolah sangat dilematis dalam mengambil keputusan soal metode belajar yang lebih baik di tengah Covid-19.(des)
Bagikan artikel ini



