NABIRE - Setelah air pasang besar dan gelombang selama kurang lebih tiga hari, kini giliran masyarakat yang bermukim di pinggiran pantai bertugas untuk membersihkan sejumlah sampah secara bergotong-rayong. Hal ini dilakukan oleh masyarakat Kampung Makimi Distrik Makimi, dimana selama dua hari masyarakat secara gotong-royong mengumpulkan sampah yang diangkut oleh ombak hingga di jalan raya kampung dan halaman rumah–rumah masyakat.

Dimana sampah–sampah tersebut dikumpulkan dan selanjutnya dibakar oleh masyarakat, namun dari air pasang dan gelombang pasang ini ada sejumlah tamanan masyarakat, seperti Mangga, Rambutan dan tanaman lainnya kini sudah terlihat kering akibat terendam air garam. Sehingga pada saat pembersihan sampah buangan ombak dan air pasang, masyarakat secara spontan mengatakan, ini kerja pertama yang dilakukan, tinggal beberapa hari kedepan akan ada kerja bakti lanjutan untuk membersihkan daun kering yang gugur dari pohon–pohon tamanan yang ada.

Sementara berdasarkan hasil pantauan wartawan media ini di seputar belakang Pasar Sentral Kalibobo dan seputar Pantai Smoker, para masyarakat yang rata-rata bekerja sebagai nelayan untuk sementara keluarganya mengungsi ke rumah–rumah keluarga lain dan juga tetangga dekat. Namun, setelah ombak dan pasang besar masyarakat di dua wilayah ini sudah kembali ke rumah masing-masing, tetapi dilanjutkan dengan kerja bakti membersihkan halaman rumah yang tertimbun dengan sampah peninggalan air pasang dan ombak. Kini para nelayan juga sudah kembali membereskan perahu–perahu mereka yang telah dirusak oleh ombak dan air pasang, sehingga diharapkan dalam waktu yang tidak lama lagi para nelayan sudah harus kembali melaut mencari dan menangkap ikan lagi.(des)