Genjot Perekaman e-KTP, Tim Dinsosdukcapil Turun ke Daerah
JAYAPURA,- Dinas Sosial Kependudukan dan Catatan Sipil Provinsi Papua terus melakukan terobosan perekaman KTP-elekronik di Provinsi Papua.
Bagikan
JAYAPURA,- Dinas Sosial Kependudukan dan Catatan Sipil Provinsi Papua
terus melakukan terobosan perekaman KTP-elekronik di Provinsi Papua.
Apalagi, Dirjen Kependudukan Kemendagri memberikan target perekaman
KTP-Elekroni di Papua sampai Juni 2018 sudah harus meningkat dari 36
persen menjadi menjadi 70 persen.
Untuk menggenjot perekaman KTP-elekronik di Papua, Dinas Sosial
Kependudukan dan Catatan Sipil menurunkan tim ke beberapa Kabupaten
yang perekamannya masih rendah.
Kepala Dinas Sosial Kependudukan dan Catatan Sipil Papua Ribka Haluk
yang dkonfirmasi, Kamis (19/4/2018) mengatakan, beberapa hari lalu,
pihaknya dan staf bersama tim dari Dirjen Kependudukan Kemendagri
turun ke Kabupaten Merauke melihat langsung proses perekaman
KTP-elektronik disana.
Ia tekankan, pihaknya sudah perintahkan tim untuk turun juga ke
Kabupaten Paniai, Deiyai, Dogyai dan Intan. “Kita genjot perekaman
KTP-elektronik didaerah tersebut karena masih di bawah 10 persen,”
ujarnya.
Menurutnya, pihaknya terus bangun komunikasi dengan teman-teman di
daerah untuk tingkatkan perekeman KTP-elektronik, saya sudah minta
untuk proaktif turun ke masyarakat.
Hanya saja, kata Ribka Haluk, adanya konflik sosial di beberapa daerah
tentu menjadi kendala dalam melakukan perekaman KTP-elektronik. Namun,
pihaknya komitmen akan turun ke daerah mendampingi Dinas Kependudukan
dan Catatan Sipil dalam perekaman KTP-elektronik.
Sebelumnya, Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil
Kementerian Dalam Negeri, Zudan Arif Fakrulloh saat kunjungan kerja,
di Jayapura minta kepada Discapil Kabupaten/Kota untuk menggenjot
perekaman KTP-elektronik.
"Setiap hari harus ada laporan, saya akan monitor terus, kalau ada
kepala dinas terbukti tidak bekerja kami usulkan untuk diganti,"
tegasnya.
Dia menambahkan, jaringan matipun bisa direkam secara offline, nanti
setelah di kantor baru rekaman tadi tinggal kirim ke pusat. Jadi
perekaman itu ada dua model online dan offline," kata dia.
Khusus untuk Papua, ujar ia, pihaknya meggunakan jaringan satelit,
sementara jalur darat memakai fiber optik. Oleh karena itu, kendalanya
sudah banyak yang bisa ditangani.
"Memang di daerah gunung-gunung seringkali ada gangguan, tapi rekaman
offline bisa dilakukan. Itu kami sebut perekaman jemput bola. Ini yang
harus dijalankan," ujarnya.
Menurut data Badan Pusat Statistik Provinsi Papua, Jumlah penduduk
Papua di 2017 sebanyak 3.265.202. Sementara di 2018 mengalami
peningkatan menjadi 3.322.526 jiwa. (Laporan: Bams)
Bagikan artikel ini



